Keinginan Rusia untuk mengambil alih uranium Iran yang sudah diperkaya sebagai jalan keluar diplomatik ternyata mentah di tangan. Amerika Serikat, tanpa basa-basi, langsung menolak tawaran itu.
Menurut sejumlah saksi, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengonfirmasi hal ini. Dalam keterangannya yang dilansir beberapa kantor berita, Kamis lalu, Peskov menyebut proposal itu sebenarnya sudah diajukan Presiden Vladimir Putin sejak beberapa waktu silam. Ia menggambarkannya sebagai "solusi yang sangat baik". Hanya saja, pihak AS tidak mau menerima.
"Rusia siap menerima uranium yang diperkaya milik Iran di wilayahnya," tegas Peskov dalam wawancara dengan saluran India Today.
"Ini akan menjadi keputusan yang baik. Tetapi sayangnya pihak Amerika menolak proposal ini," ucapnya.
Meski ditolak, Peskov menyiratkan bahwa pintu belum sepenuhnya tertutup. Putin, katanya, masih bersedia mempertimbangkan ulang gagasan itu jika negara-negara terkait memintanya. Tawaran ini bukan barang baru.
Laporan media menyebutkan, Moskow pertama kali mengajukan ide serupa pada Juni tahun lalu. Saat itu, tak ada respons yang berarti. Nah, pekan ini mereka kembali mengulanginya. Hasilnya? Sama saja.
Artikel Terkait
Jukir Otak Pengeroyokan Satpam di Makassar Ditangkap, Anaknya Masih Diburu
Presiden Prabowo Perintahkan Percepatan Program Strategis, Fokus pada Hilirisasi dan Energi dari Sampah
Kebakaran Diduga Akibat Korsleting Tewaskan Satu Keluarga di Grogol Petamburan
Mantan Penyidik KPK Sambut Baik Pembentukan Satgas Anti Penyelundupan