Prabowo Selesaikan Kunjungan Kilat ke Rusia dan Prancis
Presiden Prabowo Subianto baru saja kembali ke tanah air. Ia menghabiskan dua hari untuk terbang ke dua ibu kota dunia, Moskow dan Paris, dalam sebuah kunjungan kerja yang padat. Dua negara tujuan itu bukan sembarang negara, melainkan kekuatan besar dengan pengaruh global yang tak diragukan lagi.
Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, mengonfirmasi hal ini dari Istana Merdeka, Kamis lalu. Menurutnya, agenda utama kunjungan ini jelas: mempererat hubungan bilateral dan menjajaki kerja sama strategis ke depan.
“Bapak Presiden baru tiba dari kunjungan singkat dua hari ke dua negara superpower, negara pemegang hak veto, yaitu bertemu Presiden Rusia kemudian Presiden Prancis,” ujar Teddy.
Pertemuan pertama digelar di Rusia dengan Vladimir Putin. Dari pembicaraan itu, muncul satu poin kesepakatan yang menonjol: energi. Kedua pemimpin sepakat untuk mendorong kerja sama jangka panjang di sektor ini, yang dianggap krusial untuk ketahanan energi Indonesia.
Tak hanya berhenti pada pertemuan tingkat kepala negara, Prabowo langsung menindaklanjutinya. Ia memberi tugas khusus kepada Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, untuk segera bertemu dengan utusan khusus Putin dan Menteri Energi Rusia.
“Intinya adalah peningkatan kerja sama di bidang energi jangka panjang. Kemudian Bapak Presiden menugaskan khusus Bapak Menteri ESDM untuk bertemu utusan khusus Presiden Putin dan juga Menteri Energi Rusia,” jelas Seskab.
Dan tugas itu sudah dilaksanakan. Bahlil dikabarkan telah melakukan pertemuan lanjutan dengan pihak Rusia dan melaporkan hasilnya langsung kepada Presiden begitu sang pemimpin kembali ke Jakarta.
“Kemudian beliau melaksanakan rapat dengan utusan khusus Presiden Putin dan menteri terkait. Dan hasilnya, beliau melapor kepada Bapak Presiden baru saja,” pungkas Teddy.
Setelah dari Moskow, Prabowo langsung terbang ke Paris. Di sana, ia bertemu dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron. Meski rincian hasil pertemuan dengan Macron belum diungkap secara detail, kunjungan ini menegaskan komitmen Indonesia untuk tetap aktif berdiplomasi dengan berbagai kekuatan utama dunia. Dua hari, dua negara, dengan segudang agenda strategis di meja perundingan.
Artikel Terkait
Gubernur DKI Pramono Anung Perjuangkan Konser BTS di JIS atau GBK
OJK dan BEI Luncurkan Empat Kebijakan Baru untuk Transparansi dan Likuiditas Pasar Modal
Polisi Bekasi Selidiki Barang Hilang dalam Kasus Pembunuhan Bos Sewa Tenda
Andre Rosiade Raih Penghargaan Legislator Aspiratif dari Wartawan Parlemen