Israel dan Lebanon Sepakat Gencatan Senjata 10 Hari Atas Mediasi AS

- Jumat, 17 April 2026 | 00:10 WIB
Israel dan Lebanon Sepakat Gencatan Senjata 10 Hari Atas Mediasi AS

Pengumuman datang dari Washington. Presiden Donald Trump, lewat unggahan di media sosialnya, menyatakan Israel dan Lebanon sepakat melakukan gencatan senjata. Kesepakatan itu, katanya, akan berlaku selama sepuluh hari.

“Saya baru saja melakukan percakapan yang sangat baik dengan Presiden Joseph Aoun yang terhormat dari Lebanon, dan Perdana Menteri Bibi Netanyahu dari Israel,” tulis Trump.

“Kedua pemimpin ini telah sepakat bahwa untuk mencapai perdamaian antara negara mereka, mereka akan secara resmi memulai gencatan senjata 10 hari,” tambahnya.

Di Beirut, respons datang dari Perdana Menteri Nawaf Salam. Ia menyambut baik kabar gencatan senjata itu. Dalam sebuah pernyataan, Salam berterima kasih kepada sejumlah negara yang disebutnya turut menengahi. Negara-negara itu antara lain Amerika Serikat, Prancis, dan beberapa negara Arab seperti Arab Saudi, Mesir, Qatar, serta Yordania.

Menurut sejumlah laporan, panggilan telepon Trump kepada Netanyahu dan Aoun terjadi tak lama sebelum pengumuman resmi dibuat. Pertemuan langsung perwakilan kedua negara di Washington juga disebut-sebut sebagai pemicu. Trump sendiri menggambarkan pertemuan di ibu kota AS itu sebagai momen bersejarah pertama kalinya dalam tiga puluh empat tahun terakhir.

Namun begitu, situasi di lapangan masih menyisakan kepiluan. Serangkaian serangan Israel, yang ditujukan untuk menghancurkan kelompok militan Syiah Lebanon, telah memicu kerusakan yang luar biasa. Otoritas setempat mencatat lebih dari 2.196 orang tewas. Lebih dari satu juta lainnya terpaksa mengungsi, meninggalkan rumah mereka yang hancur.

Trump tampak percaya diri dengan capaian diplomasi ini. Dia mengklaim telah mengarahkan timnya, termasuk Wakil Presiden Vance dan Menteri Luar Negeri Rubio, untuk bekerja mewujudkan perdamaian yang lebih permanen. “Merupakan kehormatan bagi saya untuk menyelesaikan 9 perang di seluruh dunia, dan ini akan menjadi yang ke-10,” ujarnya penuh keyakinan.

Gencatan senjata ini, setidaknya untuk sementara, diharapkan bisa menghentikan baku tembak di perbatasan. Warga di kedua sisi kini menunggu, berharap ketenangan ini bertahan lebih lama dari sepuluh hari.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar