Serpihan Helikopter Hilang Ditemukan di Sekadau, Evakuasi Terhambat Cuaca Buruk

- Kamis, 16 April 2026 | 20:50 WIB
Serpihan Helikopter Hilang Ditemukan di Sekadau, Evakuasi Terhambat Cuaca Buruk

Cuaca buruk masih jadi penghalang utama. Meski titik serpihan helikopter PK-CFX milik PT Matthew Air akhirnya berhasil ditemukan, upaya evakuasi tim penyelamat belum bisa langsung dilakukan. Lokasinya ada di sekitar hutan Dusun Hulu Peniti, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat.

Menurut sejumlah saksi dari tim udara, serpihan itu terlihat setelah mereka bolak-balik melakukan penyisiran di wilayah tersebut. Pencarian udara yang intensif itu akhirnya membuahkan hasil.

Kepala Kantor SAR Pontianak, I Made Junetra, membenarkan temuan tersebut dalam konferensi pers Kamis malam (16/4/2026).

"Setelah melakukan searching dan holding dua sampai tiga kali, tim udara menemukan serpihan. Titik awal ini disampaikan oleh Kapten Pilot Puskorma, Abdi Ridho," jelas Junetra.

Sayangnya, kabar baik itu dibayangi kendala alam. Medan yang berat dan cuaca yang tak bersahabat memaksa tim darat berjuang lebih keras.

"Tim udara belum bisa turun karena faktor cuaca. Saat ini tim darat sedang berusaha mendekati titik koordinat," tambahnya.

Perjalanan menuju lokasi jatuhnya bukan perkara mudah. Gabungan tim dari Pos SAR Sintang dan Kantor SAR Pontianak harus menembus medan berat. Diperkirakan butuh waktu lima hingga enam jam bagi mereka untuk sampai ke titik yang dimaksud.

Helikopter itu sendiri dilaporkan hilang kontak setelah lepas landas dari Melawi pukul 08.34 WIB, menuju Kubu Raya. Jadwal kedatangannya seharusnya pukul 08.50 WIB. Laporan pertama diterima AirNav sekitar pukul 10.40 WIB.

Ada delapan orang di dalamnya. Dua orang adalah kru: pilot Capt Marindra W dan Harun Arasyid sebagai EOB. Enam penumpang lainnya tercatat bernama Patrick K, Victor T, Charles L, Joko C, Fauzie O, dan Sugito.

Sekarang, semua mata tertuju pada pergerakan tim darat. Mereka adalah harapan terdekat untuk mencapai lokasi dan memulai proses evakuasi yang sesungguhnya.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar