Panglima TNI dan Kapolri Hadir dalam Halalbihalal MUI Bahas Perdamaian Dunia

- Kamis, 16 April 2026 | 03:00 WIB
Panglima TNI dan Kapolri Hadir dalam Halalbihalal MUI Bahas Perdamaian Dunia

Jakarta - Suasana Hotel Sultan Jakarta pada Rabu (15/4) lalu tampak ramai. Majelis Ulama Indonesia (MUI) tengah menggelar acara silaturahmi nasional yang juga berfungsi sebagai halalbihalal Idul Fitri. Yang menarik, acara ini dihadiri oleh sejumlah nama besar. Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo hadir, bahkan duduk berdampingan.

Tak hanya mereka, deretan tamu undangan lain juga memenuhi ruangan. Mulai dari Ketua MPR Ahmad Muzani, Menteri Koperasi Ferry Juliantono, sampai perwakilan dari beberapa kedutaan besar negara sahabat. Acara ini jelas bukan sekadar pertemuan biasa.

Muhammad Zaitun Rasmin, selaku Ketua Panitia, menjelaskan bahwa acara ini dihadiri sekitar seribu orang. Mereka datang dari berbagai latar belakang. Ada perwakilan ormas Islam tingkat nasional, organisasi kepemudaan Islam, pondok pesantren, ulama, hingga tokoh masyarakat.

"Ada lebih dari 1.000 orang pengurus MUI Pusat sehingga memang sangat diperlukan halalbihalal untuk keluarga besar pengurus MUI saja," ujarnya.

Menurut Zaitun, kehadiran pejabat tinggi negara dari tiga pilar eksekutif, legislatif, yudikatif menunjukkan hal yang positif. Bahkan, beberapa duta besar dari negara-negara Islam juga turut hadir, memperlihatkan lingkup acara yang cukup luas.

Acara ini sendiri mengusung tema 'Bersatu dalam Ukhuwah untuk Keadilan dan Perdamaian Dunia'. Tema ini bukan dipilih begitu saja. Zaitun mengungkapkan, tema itu lahir dari keprihatinan mendalam terhadap kondisi dunia Islam belakangan ini, yang sedang menghadapi berbagai tantangan global yang tidak ringan.

"Tema ini dipilih dan telah dimusyawarahkan berkali-kali oleh tim pengarah karena berangkat dari keprihatinan yang mendalam atas apa yang terjadi akhir-akhir ini, terutama pada dunia Islam sejak beberapa bulan terakhir," tuturnya.

Rasanya, acara ini lebih dari sekadar silaturahmi rutin. Ia menjadi semacam ruang pertemuan strategis di tengah dinamika yang terjadi, baik di dalam negeri maupun di kancah internasional.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar