Probolinggo Uji Coba Sistem Tiket Online untuk Masuk Kawasan Bromo

- Rabu, 15 April 2026 | 16:45 WIB
Probolinggo Uji Coba Sistem Tiket Online untuk Masuk Kawasan Bromo

Kabupaten Probolinggo mulai mencoba sistem baru. Tiket masuk ke kawasan wisata Gunung Bromo kini bisa dibeli secara online. Uji coba ini digelar pemerintah setempat, dengan harapan bisa meningkatkan pelayanan bagi para pelancong yang datang.

Menariknya, uji coba ini sengaja dijalankan berbarengan dengan dua acara besar: Bromo Sunset Music and Culture di Seruni Point dan Bromo Medic Run. “Momentumnya pas, karena pengunjung lagi ramai. Jadi sosialisasinya bisa langsung ke wisatawan,” jelas Kepala Disporapar Probolinggo, Heri Mulyadi, Rabu (15/4/2026).

Dia bilang, langkah ini adalah bagian dari upaya menuju pengelolaan wisata yang lebih modern. Transparansi dan akuntabilitas jadi kata kuncinya. Dengan sistem digital, diharapkan semua proses jadi lebih jelas dan terukur.

“Sistem ini nggak cuma mempermudah beli tiket,” tambah Heri.

“Tapi juga buat ngatur arus kunjungan. Biar lebih tertib dan terkontrol.”

Idenya sederhana: wisatawan diharapkan sudah punya tiket di gawainya sebelum sampai lokasi. Cara ini diyakini bisa memangkas antrean panjang dan penumpukan orang di pintu masuk. Selama uji coba berlangsung, petugas dari Disporapar disebar di titik-titik strategis. Tugas mereka jelas: mengarahkan pengunjung yang belum beli tiket untuk segera membelinya secara daring.

Namun begitu, jalan menuju digitalisasi nggak selalu mulus. Umi Subiyantiningsih, Kabid Destinasi dan Industri Pariwisata Disporapar, mengakui masih ada beberapa kendala yang menghadang. Misalnya, pemahaman wisatawan yang belum merata soal cara belinya. Lalu, ada juga masalah klasik: akses pembayaran digital yang terbatas dan jaringan internet yang masih tersendat-sendat di beberapa spot.

“Kami sadar betul tantangannya, terutama soal literasi digital dan infrastruktur jaringan,” ujar Umi.

“Tapi ini justru jadi bahan evaluasi berharga buat perbaikan sistem ke depannya.”

Ke depan, rencananya intensitas sosialisasi akan ditingkatkan. Pemerintah kabupaten juga berjanji bakal memperkuat jaringan internet di sekitar kawasan dan menyediakan layanan bantuan transaksi bagi wisatawan yang masih kesulitan.

“Harapannya, masyarakat dan wisatawan bisa mendukung penuh sistem baru ini,” pungkas Umi.

“Ini langkah awal menuju pariwisata yang lebih profesional, tertib, dan tentu saja, berkelanjutan.”

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar