Mensos Apresiasi Kitabisa, Rp13,2 Miliar Bantu 368 Pasien Tak Mampu

- Selasa, 14 April 2026 | 22:10 WIB
Mensos Apresiasi Kitabisa, Rp13,2 Miliar Bantu 368 Pasien Tak Mampu

Di tengah hiruk-pikuk Jakarta, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, menyambut hangat tim dari Kitabisa di kantornya. Pertemuan itu bukan sekadar formalitas. Gus Ipul secara khusus mengapresiasi langkah nyata platform penggalangan dana tersebut, yang sepanjang tahun 2025 telah bahu-membahu dengan Kementerian Sosial membantu ratusan pasien tak mampu. Kolaborasi ini, baginya, adalah esensi gotong royong yang hidup di era digital.

“Ada lebih dari 300 pasien yang terbantu, bekerja sama dengan sekitar 100 rumah sakit. Dananya difasilitasi oleh Kitabisa.com,” ujar Gus Ipul, Selasa (14/4/2026).

“Ini bantuan yang sangat konkret bagi mereka yang benar-benar membutuhkan,” tambahnya.

Menurut data yang dirilis, nilai bantuan yang disalurkan sepanjang tahun lalu mencapai angka yang fantastis: Rp13,2 miliar lebih. Dana sebesar itu tak hanya mengcover biaya medis yang kerap menjadi momok, tapi juga berbagai kebutuhan penunjang hidup pasien selama masa pengobatan. Prosesnya pun diatur agar cepat. Pencairan dana dilakukan langsung ke rumah sakit mitra, sebanyak 362 kali, demi memperlancar penanganan. Alhasil, 368 pasien bisa bernapas lega.

Namun begitu, Gus Ipul tak berpuas diri. Ia menegaskan bahwa kerja sama semacam ini harus terus dikokohkan. Tujuannya jelas: menjangkau lebih banyak lagi warga prasejahtera yang selama ini terhambat akses kesehatan karena urusan biaya.

“Ke depan, kolaborasi kita harus terus berjalan. Agar bantuan bisa makin meluas,” katanya dengan penuh keyakinan.

Dari sisi Kitabisa, responsnya tak kalah positif. Alfatih Timur, Co-Founder sekaligus President platform tersebut, menyambut baik dukungan yang diberikan Kemensos.

“Kami sangat menghargai dukungan dan juga izin operasional yang diberikan Kementerian Sosial. Izin pengumpulan uang dan barang ini sangat krusial. Ia memungkinkan kami mengorganisir donasi masyarakat dengan lebih efektif, tentu saja tetap mengikuti semua aturan yang berlaku,” ungkap Alfatih Timur dalam audiensi tersebut.

Pertemuan di kantor Kemensos Jakarta Pusat hari itu, pada akhirnya, bukan sekadar laporan kinerja. Ia lebih mirip sebuah penegasan: bahwa gotong royong, dalam bentuknya yang paling modern sekalipun, tetap punya ruang dan dampak yang luar biasa.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar