Reformasi Pasar Modal Dongkrak IHSG, OJK: Kepercayaan Investor Tumbuh

- Selasa, 14 April 2026 | 21:45 WIB
Reformasi Pasar Modal Dongkrak IHSG, OJK: Kepercayaan Investor Tumbuh

Jakarta – Ada angin segar berhembus di pasar modal kita. Dalam beberapa hari belakangan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan tren penguatan yang cukup menggembirakan. Bagi banyak pengamat, ini bukan sekadar angka hijau di layar monitor, melainkan sinyal penting. Sinyal bahwa kepercayaan investor terhadap reformasi pasar modal Indonesia mulai tumbuh.

Padahal, ketidakpastian global masih membayang. Tapi pasar kita justru merespons dengan cukup konstruktif terhadap langkah-langkah yang diambil regulator. Buktinya, pada Selasa (14/4/2026) pagi, IHSG tercatat melonjak 1,91 persen ke level 7.642. Penguatan itu sepertinya masih punya tenaga untuk berlanjut.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) punya penjelasan. Menurut mereka, kenaikan IHSG ini adalah buah dari reformasi pasar modal yang sedang digenjot. Intinya, saham domestik kini didorong untuk lebih transparan dan selaras dengan standar internasional.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyebut sejumlah kebijakan baru sengaja dirancang untuk menjawab kegelisahan pelaku pasar termasuk dari penyedia indeks besar dunia.

“Langkah-langkahnya cukup konkret,” katanya.

Misalnya, batas minimum free float dinaikkan dari 7,5 persen menjadi 15 persen. Lalu ada keterbukaan data untuk pemegang saham yang kepemilikannya di atas 1 persen. Belum lagi kewajiban pelaporan Ultimate Beneficial Owner (UBO). Semua itu diharapkan bisa memperkuat integritas dan akuntabilitas pasar kita.

Di sisi lain, respons positif ini diamati dengan saksama oleh para analis. Senior Market Chartis Nafan Aji Gusta melihatnya sebagai hasil dari konsistensi reformasi. Ia memberi contoh, FTSE Russell ternyata masih mempertahankan Indonesia dalam kategori secondary emerging market. Itu bukan hal sepele.

“Ini langkah strategis yang menunjukkan kepercayaan investor global terhadap pasar modal kita,” ujar Nafan dalam keterangannya, Selasa lalu.

Menurutnya, kunci utamanya ada pada konsistensi eksekusi. Kalau kebijakan yang sudah dirancang bisa dijalankan terus-menerus, transparansi pasti meningkat. Alhasil, minat investor global pun akan ikut terdongkrak.

“Posisi kita sebagai emerging market bisa terjaga, bahkan berpeluang naik kelas nantinya,” tambahnya.

Ia juga mencatat satu hal: IHSG mulai menguat justru di tengah ketidakpastian global. Artinya, pasar sedang memberi respons yang positif terhadap arah kebijakan yang ditempuh.

Jadi, apa arti semua ini? Dengan reformasi struktural yang berjalan dan respons pasar yang semakin solid, prospek pasar modal Indonesia terlihat makin menjanjikan. Baik di mata investor dalam negeri, maupun yang dari mancanegara. Situasinya memang belum sempurna, tapi setidaknya langkah awal ini memberi harapan.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar