Data menunjukkan tren yang menggembirakan. Dalam lima tahun terakhir, minat perempuan terhadap olahraga menembak melonjak lebih dari 20 persen. Perkembangan klub-klub menembak di berbagai daerah turut mendorong hal ini.
“Peningkatan jumlah peserta perempuan menjadi sinyal positif,” kata Bamsoet.
Ia melihat ini sebagai tanda bahwa olahraga menembak semakin inklusif. Pembinaan karakter melalui olahraga, katanya, harus bisa menjangkau semua kalangan tanpa terkecuali.
Di sisi lain, Bamsoet yang juga mantan Ketua DPR RI ini menekankan relevansi lain dari ajang tersebut. Di tengah dinamika keamanan global yang makin ruwet, semangat bela negara jadi sangat krusial. Tantangan keamanan sekarang ini kompleks ada kejahatan transnasional, ancaman non-konvensional, dan sebagainya. Semua itu menuntut kesiapan SDM yang tidak cuma jago secara teknis, tapi juga mental dan etikanya matang.
“Olahraga menembak juga menjadi sarana pembinaan karakter yang kuat,” pungkasnya.
Disiplin tinggi, fokus, dan kemampuan mengendalikan emosi adalah aspek-aspek kunci yang terus dilatih. Nilai-nilai itulah, menurut Bamsoet, yang relevan untuk memperkuat karakter bangsa menghadapi tantangan zaman sekarang. Jadi, lebih dari sekadar event olahraga, Asah Keterampilan PERIKHSA 2026 diharapkan bisa memberi kontribusi yang lebih luas.
Artikel Terkait
Trump Kritik Pedas PM Italia Meloni Soal Sikap Netral dalam Konflik Iran
Baleg DPR Kaji Dampak Putusan MK Soal Wewenang Eksklusif BPK Hitung Kerugian Negara
BRI Luncurkan Layanan Tebus Gadai via BRImo, Beri Cashback 10%
Perundingan AS-Iran Mentok, Vance Sebut Bola di Tangan Teheran