KAI Jelaskan 8 Tipe Kursi Ekonomi, dari Konvensional hingga Premium

- Selasa, 14 April 2026 | 12:55 WIB
KAI Jelaskan 8 Tipe Kursi Ekonomi, dari Konvensional hingga Premium

Kalau mau naik kereta jarak jauh, pilihan kursi itu nggak bisa dianggap sepele. Soalnya, bakal menentukan banget kenyamanan kita selama berjam-jam di perjalanan. Nah, biar nggak salah pilih, ada baiknya kita kenali dulu berbagai tipe kursi di kelas ekonomi yang disediakan KAI. Ternyata, nggak cuma satu model, lho.

Menurut informasi resmi dari perusahaan kereta api itu, ada beberapa jenis gerbong ekonomi dengan desain dan fungsi kursi yang berbeda-beda. Mulai dari yang konvensional sampai yang sudah dimodifikasi dengan fitur lebih lengkap.

1. Kereta Ekonomi Tegak Lurus

Gerbong ini punya kapasitas lumayan padat, 106 tempat duduk dengan pendingin AC Split. Kursinya model long seat yang saling berhadapan, dengan susunan 3-2. Kalau lihat formasi tempat duduknya, yang berhadapan itu nomor ganjil-genap, contohnya 11ABC berhadapan dengan 12ABC.

Untuk posisinya, pakai format ABC DE. Kursi dekat jendela (window seat) adalah A dan E. Yang dekat lorong (aisle seat) C dan D. Sementara B ada di tengah-tengah. Saat pesan tiket di aplikasi Access by KAI, gerbong ini ditandai kode EKO.

2. Kereta Ekonomi Kerakyatan

Sedikit lebih longgar, kapasitasnya 93 tempat duduk dengan AC sentral. Yang membedakan, layout kursinya searah dengan laju kereta, juga pakai konfigurasi 3-2. Jadi, kursinya nggak saling berhadapan kayak tipe pertama tadi.

Posisi kursinya tetap pakai format ABC DE. A dan E dapat jendela, C dan D dapat lorong, dan B lagi-lagi dapat posisi tengah. Kode pemesanannya sama, yaitu EKO.

3. Kereta Ekonomi (Konvensional)

Ini mungkin yang paling klasik. Kapasitasnya 80 tempat duduk, AC sentral. Kursinya masih long seat tapi konfigurasinya 2-2 dan saling berhadapan. Nomor kursi yang berhadapan juga ganjil-genap, misal 1AB hadap dengan 2AB.

Format posisinya beda, jadi AB CD. Di sini, kursi jendela dipegang A dan D. Sementara B dan C dapat posisi lorong. Kodenya tetap EKO.

4. Kereta Ekonomi Premium New Image

Sudah lebih modern dengan kursi individual yang dipisah armrest. Kapasitas 80, AC sentral. Konfigurasi 2-2 dan umumnya nggak berhadapan. Kursinya nggak bisa diputar.

Uniknya, gerbong ini terdiri dari 21 baris. Hanya kursi nomor 11 dan 12 yang saling berhadapan. Baris 1 sampai 11 menghadap satu arah, sisa barisnya menghadap berlawanan tapi ini bisa menyesuaikan kondisi kereta. Format posisi AB CD, dengan A & D di jendela, B & C di lorong. Masih pakai kode EKO.

5. Kereta Ekonomi Premium Modifikasi

Mirip dengan New Image, tapi punya fitur tambahan: sandaran kursi bisa diatur (reclining). Kapasitas 80 kursi individual, 22 baris. Kursinya juga nggak bisa diputar.

Yang berhadapan cuma pasangan nomor 10-11 (untuk A-B) dan 12-13 (untuk C-D). Kode pemesanannya EKO.

6. Kereta Ekonomi Premium Stainless Steel

Ini varian premium lain. Kapasitas 80, kursi individual dengan fitur reclining. Terdiri dari 20 baris. Baris 1-10 menghadap searah laju kereta, baris 11-20 menghadap belakang.

Nah, untuk yang satu ini, perhatikan kodenya beda. Saat memesan di aplikasi, cari yang berkode PRE, bukan EKO.

7. Kereta Ekonomi New Generation Modifikasi

Sudah pakai model captain seat. Kapasitasnya lebih sedikit, 72 kursi dengan AC sentral. Konfigurasi 2-2, nggak berhadapan. Yang menarik, kursinya bisa disandarkan dan bahkan diputar (revolving), meski nggak disarankan karena bakal makan tempat kaki.

Gerbong ini punya 19 baris. Posisi kursi format AB CD, dengan A & D di jendela. Kode pemesanannya EKO.

8. Kereta Ekonomi Stainless Steel New Generation

Ini mungkin yang paling lengkap fasilitasnya di kelas ekonomi. Kapasitas 72 captain seat, 18 baris. Kursi bisa reclining dan revolving (dengan catatan yang sama soal leg room).

Keunggulannya, ada USB port Type-A dan Type-C di setiap kursi. Buat nge-charge gadget selama perjalanan, sangat membantu. Kode pemesanannya EKO.

Jadi, begitu sekilas perbedaannya. Intinya, meski sama-sama kelas ekonomi, ternyata variasinya banyak banget. Dari yang sederhana sampai yang ada colokan USB-nya. Sekarang, tinggal sesuaikan aja dengan kebutuhan dan preferensi kamu sendiri.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar