Jakarta Timur, Selasa siang itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung hadir dalam acara halalbihalal bersama jajaran Dinas Bina Marga. Suasana terasa hangat. Di tengah pertemuan itu, Pramono menyampaikan apresiasinya yang tinggi pada pasukan kuning, tim yang kerap jadi ujung tombak perbaikan jalan. Kerja mereka, menurutnya, tetap maksimal meski tak lepas dari sorotan dan kritik warga.
"Walaupun bekerja seperti ini tidak bisa memuaskan semua orang. Pasti tetap ada yang komplain, ada yang mengeluh."
Ucap Pramono dengan nada tenang.
"Tetapi tugas saudara-saudara adalah tetap memberikan pelayanan yang terbaik bagi Jakarta."
Bagi gubernur, kritik dan masukan dari masyarakat itu hal yang wajar. Namun begitu, ia menilai apresiasi yang diterima pasukan kuning jauh lebih banyak ketimbang cercaan. "Yang memberikan apresiasi itu lebih banyak daripada yang mengkritik," tegasnya.
Sebagai seorang pesepeda aktif, Pramono mengaku mendapat banyak laporan langsung dari komunitasnya soal kondisi jalan. Ia justru melihat respons tim yang cukup sigap. Menambal lubang-lubang yang menganga, itu pekerjaan yang tak mudah, apalagi dengan cuaca ekstrem belakangan ini.
"Saya ini pesepeda, dan beberapa teman saya memberikan apresiasi karena sekarang saudara-saudara cukup sigap menambal lubang-lubang yang ada," ungkapnya.
Meski memuji, Pramono juga memberikan catatan penting. Ia mengingatkan agar jajaran Bina Marga tidak hanya bergerak saat ada keluhan atau saat suatu isu menjadi viral di media sosial. Profesionalisme dan tanggung jawab harus jadi pedoman utama, bukan sekadar menanggapi gema komplain.
"Jangan selalu mengerjakan karena adanya komplain atau karena viral. Saudara-saudara bertanggung jawab untuk apa yang menjadi tugas saudara," pesannya tegas.
Di sisi lain, peran pasukan kuning disebutnya sangat krusial. Mereka adalah garda terdepan dalam menjaga kualitas infrastruktur jalan ibukota, mulai dari penanganan jalan berlubang hingga perawatan trotoar. Pramono berharap semangat dan kinerja baik yang sudah terbangun bisa dipertahankan, demi kenyamanan bersama.
"Persoalan jalan berlubang dan trotoar ini harus kita tangani bersama-sama. Ujung tombaknya adalah saudara-saudara sekalian," tutupnya.
Artikel Terkait
Luka, Makan, Cinta Tayang di Netflix 2026, Kisahkan Persaingan Sengit di Dapur Restoran
Puluhan Guru dan Pelajar di Blora Rugi Miliaran Rupiah Akibat Investasi Bodong Snapboost
Petugas Damkar Korban Begal Apresiasi Polres Jakpus Tangkap 5 Pelaku
PLN Icon Plus Dukung Kelancaran Perayaan Paskah Nasional 2026 di Manado