Harga Emas Melemah Meski Ketegangan di Selat Hormuz Meningkat

- Selasa, 14 April 2026 | 08:15 WIB
Harga Emas Melemah Meski Ketegangan di Selat Hormuz Meningkat

Spekulasi Suku Bunga dan Dolar yang Perkasa

Di tengah semua gejolak ini, ada faktor lain yang justru lebih kuat mendikte pergerakan emas: spekulasi suku bunga The Fed. Dengan inflasi yang dipicu energi masih mengancam, banyak investor mulai meragukan rencana bank sentral AS untuk memotong suku bunga di tahun 2026.

Peluang pemotongan suku bunga 25 basis poin pada Desember, menurut alat FedWatch CME, berfluktuasi liar. Dari 21% sehari sebelumnya, sempat melonjak ke 16% dan akhirnya mengendap di 27% pada Senin. Lingkungan suku bunga tinggi itu jelas tidak ramah untuk emas, aset yang tidak memberikan imbal hasil.

Parahnya, reputasi emas sebagai 'safe haven' atau pelindung nilai di masa krisis pun sedang diuji. Sejak perang meletus akhir Februari, harga emas spot justru terpangkas lebih dari 10%. Aliran modal malah berbondong-bondong ke dolar AS, yang semakin menguat dan membuat logam kuning ini semakin mahal bagi pembeli dari luar negeri.

Lantas, apa prospek emas ke depan?

Menurut Laurence Booth, kepala pasar global di CMC Markets, momentum bisa kembali jika ketegangan geopolitik mereda. "Namun, emas dapat kembali mendapatkan momentum jika terjadi penurunan ketegangan geopolitik," katanya kepada Investing.com.

Analis lain, David Morrison dari Trade Nation, melihat kerentanan baru emas. "Harga emas turun semalam. Aksi jual tersebut menyoroti kerentanan emas yang baru ditemukan terhadap risiko geopolitik sekaligus menghancurkan reputasinya sebagai 'aset aman' di masa-masa sulit," ujarnya.

Morrison menambahkan, hubungan invers dengan dolar AS kini jadi penentu utama. "Sebaliknya, pendorong utama harga emas tampaknya adalah dolar AS... sebuah hubungan yang bisa tampak solid, sampai tiba-tiba runtuh."

Untuk saat ini, kata Morrison, para investor bullish butuh harga bertahan di atas USD 4.800 untuk memulai rally yang berarti. Sementara para bearish justru menunggu tes ulang ke level USD 4.400.

Editor: Novita Rachma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar