Jakarta - Hasil visum akhirnya menguak apa yang terjadi pada Imam Muslimin, atau yang lebih dikenal sebagai Yai Mim. Mantan dosen UIN Malang itu meninggal dunia dengan indikasi kuat asfiksia. Begitulah kesimpulan tim dokter dari RSUD dr. Saiful Anwar Malang setelah melakukan pemeriksaan mendalam.
Kasatreskrim Polresta Malang Kota, AKP Rahmad Aji Prabowo, membenarkan temuan itu. "Dokter menyimpulkan tanda-tanda menonjol ke arah asfiksia," ujarnya, Selasa (14/4).
Sebelumnya, polisi sebenarnya sudah menjadwalkan pemeriksaan terhadap Yai Mim. Ia diagendakan hadir siang kemarin di Satreskrim bukan sebagai tersangka, melainkan sebagai pelapor dalam sebuah perkara yang ditangani Resmob. "Yang bersangkutan sebagai pelapor perkara di Resmob," tegas Aji.
Namun begitu, takdir berkata lain. Proses visum et repertum rampung dilakukan petang tadi. Tak lama setelahnya, jenazah almarhum segera dibawa keluar dari Malang.
Tujuannya adalah Kabupaten Blitar. Di sanalah Yai Mim akan beristirahat untuk terakhir kalinya. Keputusan pemakaman di Blitar ini, menurut Aji, sepenuhnya berasal dari keluarga mendiang. "Permintaan keluarga," pungkasnya.
Yai Mim sebelumnya menjadi sorotan setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam sebuah kasus pornografi. Kini, dengan penemuan penyebab kematian ini, satu babak telah tertutup.
Artikel Terkait
Metode Kakeibo: Teknik Pencatatan Manual dari Jepang untuk Disiplin Menabung dan Mengurangi Belanja Impulsif
Sekretaris Kabinet Bantah Kunjungan Luar Negeri Prabowo Sekadar Seremonial, Sebut Ada Capaian Konkret
Lima Jenazah Satu Keluarga Korban Ledakan Bom Perang Dunia II di Biak Dimakamkan
Kapolda Riau Ajak Masyarakat Jadikan Hari Lahir Pancasila Kompas Moral Jaga Persatuan Bangsa