Angka-angka yang disebutkannya cukup menggambarkan betapa besarnya tantangan itu. Lebih dari 4.000 fasilitas pendidikan rusak. Sekitar 36.000 rumah hancur atau hilang. Belum lagi 79 sungai yang perlu dinormalisasi. Skala kerusakannya masif.
Dalam konteks inilah, perpanjangan dana otsus dianggap sebagai salah satu pendorong pemulihan. Tito bahkan menyebut soal besaran dana.
"Dan mengusul ya mungkin melihat dari Papua bertambah 2,25% sampai tahun 2040 ya, 41 ya? Dan kemudian mereka juga mengharapkan otsus ini diperpanjang dan dananya, besarannya juga ya kalau enggak bisa sama seperti Papua 2,25% kembali ke 2%. Itu permintaannya dari teman-teman di sana," sambungnya.
Di akhir penjelasannya, Tito kembali menegaskan usulannya. Semuanya tergantung kemampuan keuangan negara, tapi menurutnya langkah itu perlu.
"Ini mungkin sambil itu juga mungkin salah satu pendorong kalau menurut kami perlu adanya dana otsus ini diperpanjang di Aceh dan kalau memang kemampuan fiskal negara memungkinkan, mungkin dikembalikan ke 2%, saran kami," tutup Tito.
Jadi, intinya jelas. Ada pekerjaan rumah yang sangat besar di Aceh. Dan waktu untuk menyelesaikannya tidak sebentar.
Artikel Terkait
RUU Perlindungan Saksi dan Korban Sepakat Dibawa ke Tingkat Paripurna
BMKG Waspadakan Potensi Hujan Lebat hingga Sangat Lebat di Sejumlah Wilayah Pertengahan April
Truk Tangki Terguling, Oli Bekas Tumpah dan Macetkan Jalan Kemang-Parung
Perizinan Berbasis Risiko Pacu Lonjakan 1,8 Juta NIB dalam Lima Bulan