Pemkot Bogor Usung Solusi Regional dengan Rencana Pembangunan PLTSa di Kayumanis

- Minggu, 12 April 2026 | 06:45 WIB
Pemkot Bogor Usung Solusi Regional dengan Rencana Pembangunan PLTSa di Kayumanis

Dari tumpukan sampah itu, diharapkan bisa muncul sesuatu yang berharga: energi listrik. Proyeksinya, fasilitas tersebut mampu menghasilkan 10 hingga 15 megawatt listrik. Jadi, sampah tak cuma dikurangi, tapi juga diubah jadi sumber energi alternatif yang ramah lingkungan. Nilai tambahnya jelas.

Di sisi lain, angka timbulan sampah di wilayah sekitar memang mencengangkan. Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, pernah menyebutkan bahwa Jabodetabek menghasilkan sekitar 15.000 ton sampah per hari. Bandung Raya pun tak kalah, menyumbang sekitar 5.000 ton sehari. Bayangkan saja betapa besarnya volume itu.

Menanggapi kondisi itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyambut baik peluang dari Perpres Nomor 109 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan PSEL. Kebijakan ini, menurutnya, membuka ruang kolaborasi yang lebar antara pusat dan daerah untuk mencari solusi konkret.

Namun begitu, jalan menuju PSEL yang beroperasi penuh tentu tidak pendek. Pemkot Bogor menegaskan komitmennya untuk terus berkolaborasi. Mereka akan bekerja sama dengan pemerintah pusat, daerah sekitar, dan berbagai pihak terkait lainnya. Tujuannya satu: mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang modern, terpadu, dan benar-benar berkelanjutan untuk masa depan.

Editor: Melati Kusuma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar