Gus Ipul Serukan Jihad Data kepada Karang Taruna

- Sabtu, 22 November 2025 | 17:55 WIB
Gus Ipul Serukan Jihad Data kepada Karang Taruna
Pembaruan Data Sosial, Tugas Pertama Karang Taruna

Di sebuah acara pengukuhan Pengurus Nasional Karang Taruna masa bakti 2025-2030, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul menyampaikan pesan penting. Acara yang berlangsung di Mall Alam Sutera, Tangerang, Sabtu (22/11) itu menegaskan bahwa semua program pembangunan sosial dan ekonomi kini berpedoman pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Namun begitu, Gus Ipul mengakui bahwa data tersebut bukanlah sesuatu yang statis. Ia menekankan, data bersifat dinamis dan perlu terus diperbarui. "Setiap hari ada warga yang meninggal, pindah, melahirkan, atau menikah," ujarnya. Karena itulah, peran serta semua pihak dinilai krusial untuk memastikan keakuratan dan validitas informasi.

Menurut sejumlah saksi, Gus Ipul secara khusus mengajak kader Karang Taruna untuk turun tangan. Ia mendorong mereka terlibat aktif dalam proses pemutakhiran data di lapangan.

"Banyak keluhan, banyak sekali semacam kritik dari banyak pihak, kaitannya dengan data yang dianggap kurang akurat. Penerima bansos, misalnya masih banyak yang menyatakan ada saudaranya, tetangganya yang belum dapat, sementara mereka yang berkecukupan malah mendapatkan bansos. Maka itu jihad pertamanya Karang Taruna adalah turut memperbaiki data ini,"

Penegasan itu disampaikannya dalam keterangan tertulis di hari yang sama. DTSEN sendiri dikelola oleh Badan Pusat Statistik (BPS), sementara Kemensos dan pemerintah daerah bertugas melakukan pembaruan. Dengan data yang tepat, intervensi yang dilakukan diharapkan bisa benar-benar tepat sasaran dan berdampak nyata.

Gus Ipul punya harapan besar. "Saya ingin kader-kader Karang Taruna disamping nanti memberdayakan, diberdayakan, juga terlibat aktif di dalam memperkuat data-data kita, lewat informasi, lewat saluran-saluran yang ada, agar data kita makin bisa sesuai dengan kenyataan," jelasnya.

Lalu, bagaimana caranya? Pemutakhiran data dilakukan melalui dua jalur. Yang pertama adalah jalur formal lewat musyawarah di tingkat Desa atau Kelurahan, yang kemudian dilaporkan ke Dinas Sosial setempat.

Di sisi lain, ada juga jalur partisipasi yang memanfaatkan saluran-saluran yang disediakan Kemensos. Beberapa di antaranya adalah aplikasi SIKS-NG, aplikasi Cek Bansos, Ground Check, Call Center 171, dan Whatsapp Center.

"Inilah jihad pertama kita. Kalau Bapak-Ibu sekalian ingin membangun Indonesia, mari kita bantu mereka-mereka yang membutuhkan. Pastikan mereka yang membutuhkan mendapatkan haknya dengan cara memberikan usul lewat saluran-saluran yang kita siapkan," tutur Gus Ipul.

Ajakan ini tak bertepuk sebelah tangan. Ketua Umum Karang Taruna, G. Budisatrio Djiwandono, menyambutnya dengan antusias. Menurut Budi, langkah ini penting agar bantuan sosial dan program pemberdayaan tidak salah sasaran.

Ia berjanji akan mendorong dan memperkuat struktur organisasinya dari tingkat pusat hingga daerah untuk mendukung pemutakhiran data ini.

"Kami tadi menerima tugas pertama kami, membantu penyempurnaan data melalui DTSEN. Ya ini saya rasa terobosan yang sangat ditunggu-tunggu oleh bangsa Indonesia. Satu data supaya kebijakan dan program itu bisa lebih tepat sasaran," tandasnya.

Jadi, tugas besar sudah menanti. Kini, tinggal bagaimana komitmen di tingkat pusat itu bisa benar-benar diwujudkan di lapangan, oleh para pemuda Karang Taruna di seluruh Indonesia.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar