Di bawah terik matahari Jakarta, Lapangan Aldiron tiba-tiba berubah jadi hamparan matras warna-warni. Sabtu lalu, 11 April 2026, sekitar seribu lima ratus orang berkumpul bukan untuk demo, tapi untuk mencari ketenangan. Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Enik Ermawati, hadir membuka Saka Yoga Festival yang kedelapan kalinya digelar. Acara ini bukan cuma sekadar festival biasa. Bagi pemerintah, ini adalah langkah nyata untuk mendongkrak nama Indonesia di peta wellness tourism global.
Rupanya, festival yoga ini punya kaitan erat dengan agenda besar lainnya. Ia adalah bagian dari rangkaian menyambut puncak Dharma Santi Nasional yang bakal digelar di Bali pekan depan. Dalam sambutannya, Wamen Enik Ermawati menegaskan satu hal: pariwisata berkualitas harus berakar pada kearifan lokal. Bukan cuma soal jumlah wisatawan, tapi lebih pada nilai dan pengalaman yang mereka dapatkan.
“Kami dari Kementerian Pariwisata sudah memasukkan wellness tourism ini sebagai bagian dari program prioritasnya, yaitu pariwisata berkualitas,” ujar Ni Luh Puspa.
“Kita terus mendorong bagaimana agar semakin banyak event maupun industri yang bergerak di bidang wellness,” tambahnya.
Artikel Terkait
Prabowo: Kekuatan Bangsa Berakar dari Penghormatan pada Budaya Sendiri
Pemerintah dan TNI Turun Tangan Tangkal Ledakan Populasi Ikan Sapu-sapu di Sungai Ciliwung
DPR Klaim Pengadaan Motor Listrik BGN Sesuai Prosedur Anggaran 2025
Salat Jamak: Keringanan Islam dalam Kondisi Tertentu