Presiden Prabowo Wanti-wanti Bahaya Hoaks dan Fitnah AI di Media Sosial

- Rabu, 08 April 2026 | 17:25 WIB
Presiden Prabowo Wanti-wanti Bahaya Hoaks dan Fitnah AI di Media Sosial

"Jadi, Saudara-saudara, yang agak repot," lanjut Prabowo. "Mungkin 100 orang, 200 orang, bisa bikin heboh."

Inilah yang dalam dunia intelijen dikenal sebagai 'echo chamber', ruang gema yang bisa memanipulasi opini publik secara masif. Menurutnya, cara-cara seperti ini sudah jadi senjata baru dalam perang modern.

"Dulu kirim pasukan, kirim bom. Sekarang tidak perlu. Mungkin dengan permainan socmed, dengan fitnah, hoaks," paparnya.

Namun begitu, Prabowo tak cuma mengeluh. Dia meminta seluruh jajaran pemerintahannya untuk tetap waspada. Setiap informasi yang beredar, terutama di media sosial, harus disikapi dengan hati-hati.

"Nggak, ini mau saya sampaikan, ini masalah bagi kita. Kita waspada," tegasnya.

Terhadap fitnah dan hujatan yang mungkin muncul, dia punya cara pandang sendiri. "Anggaplah itu sebagai peringatan supaya kita waspada, iya kan," kata Prabowo menutup pernyataannya. Pesannya jelas: di era di mana kebenaran mudah dipelintir, kewaspadaan adalah tameng utama.

Editor: Hendra Wijaya


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar