Sebuah pangkalan udara di Kuwait, negara Teluk yang diketahui menampung aset militer Amerika Serikat, menjadi sasaran serangan drone Iran. Menurut laporan, serangan balasan Teheran ini sedikitnya melukai 15 prajurit AS yang bertugas di lokasi tersebut.
Iran sendiri punya klaim lain. Mereka menuding Washington berusaha mengecilkan bahkan menutup-nutupi jumlah korban jiwa di pihak militer AS akibat serangan pembalasan mereka di kawasan Teluk.
Laporan soal korban luka-luka itu pertama kali muncul dari CBS News, seperti dikutip Press TV pada Selasa (7/4/2026). Media AS itu melaporkannya sehari sebelumnya, Senin (6/4).
Dalam laporannya, CBS News mengutip dua pejabat AS yang enggan disebut namanya. Mereka mengidentifikasi target serangan itu sebagai Pangkalan Udara Ali al-Salem di Kuwait. Tempat ini bukan sembarang pangkalan; ia merupakan pusat operasi militer AS yang cukup vital di Timur Tengah.
Artikel Terkait
Menteri HAM Usul RUU Kebebasan Beragama, Berbeda Pandangan dengan Menteri Agama
Harga Plastik Melonjak Akibat Gejolak Energi Global, Industri dan UMKM Tertekan
Berkas Lengkap, Dua Tersangka Sindikat Narkoba DWP Bali Diserahkan ke JPU
Dekan FH UI: Hakim Harus Dukung Pendekatan Baru Kejagung untuk Efek Jera Koruptor