Sebuah pangkalan udara di Kuwait, negara Teluk yang diketahui menampung aset militer Amerika Serikat, menjadi sasaran serangan drone Iran. Menurut laporan, serangan balasan Teheran ini sedikitnya melukai 15 prajurit AS yang bertugas di lokasi tersebut.
Iran sendiri punya klaim lain. Mereka menuding Washington berusaha mengecilkan bahkan menutup-nutupi jumlah korban jiwa di pihak militer AS akibat serangan pembalasan mereka di kawasan Teluk.
Laporan soal korban luka-luka itu pertama kali muncul dari CBS News, seperti dikutip Press TV pada Selasa (7/4/2026). Media AS itu melaporkannya sehari sebelumnya, Senin (6/4).
Dalam laporannya, CBS News mengutip dua pejabat AS yang enggan disebut namanya. Mereka mengidentifikasi target serangan itu sebagai Pangkalan Udara Ali al-Salem di Kuwait. Tempat ini bukan sembarang pangkalan; ia merupakan pusat operasi militer AS yang cukup vital di Timur Tengah.
Di sisi lain, menurut Press TV, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan telah melancarkan gelombang serangan ke-98. Operasi yang mereka beri nama "Janji Sejati 4" itu terjadi pada Senin (6/4), menargetkan sejumlah pesawat militer di pangkalan udara Kuwait dengan rudal dan drone.
Semua ini berawal dari sebuah aksi sebelumnya. Operasi pembalasan Iran dimulai tak lama setelah AS dan Israel melancarkan serangan skala besar ke target-target di Iran pada akhir Februari lalu.
Teheran dengan percaya diri mengklaim bahwa serangan balasan mereka telah memberikan pukulan berat. Tidak hanya terhadap pangkalan dan kepentingan AS di seluruh Timur Tengah, tetapi juga target-target sensitif di seluruh wilayah Israel.
Dan nampaknya, ini belum berakhir. Angkatan Bersenjata Iran bersumpah akan terus melanjutkan serangan pembalasannya. Tujuannya jelas: hingga musuh-musuh mereka, kata Teheran, mengalami apa yang disebut sebagai "kekalahan total".
Artikel Terkait
Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selama Cuti Bersama Idul Adha 1447 H
Wamendesa: Kritik pada Program Pemerintah Bagian dari Demokrasi, Semua Pihak Diajak Bangun Desa
China Serukan Gencatan Senjata Komprehensif di Kawasan Teluk dalam Pertemuan PBB
Polisi Tanggamus Tangkap Lima Pemburu Rusa Sambar di Kawasan Hutan Konservasi