Satpol PP Turunkan Baliho Aku Harus Mati di Jakarta Usai Protes Warga

- Minggu, 05 April 2026 | 13:50 WIB
Satpol PP Turunkan Baliho Aku Harus Mati di Jakarta Usai Protes Warga

Geger di media sosial soal baliho film yang bertuliskan 'Aku Harus Mati'. Banyak yang merasa nggak nyaman. Nah, sekarang papan-papan reklame itu akhirnya mulai diturunkan oleh petugas Satpol PP DKI dari sejumlah titik di Jakarta.

Unggahan yang viral itu menunjukkan gambar yang cukup mencolok. Latar belakang biru dengan sosok makhluk bermata merah, lalu di atasnya terpampang tulisan besar bertema kematian. Kontennya langsung memicu keluhan. Warga merasa risih, bahkan ada yang bilang serem.

Menanggapi hal itu, Kasatpol PP DKI Jakarta, Satriadi Gunawan, mengaku sudah bergerak cepat. Mereka berkoordinasi langsung dengan biro iklan yang memasangnya.

"Sudah, sudah, iya. Jadi kita sudah koordinasi sama biro reklamenya untuk segera menurunkan. Betul, betul (yang menurunkan bilboard pihak biro)," jelas Satriadi saat dihubungi Minggu (5/4/2026).

Menurutnya, penurunan juga mempertimbangkan faktor lalu lintas, biar nggak bikin macet. Lokasinya ada di Jakarta Barat dan Jakarta Pusat.

Sejauh ini, sudah tiga billboard yang berhasil diturunkan. Satu dikerjakan Sabtu kemarin, dan dua lagi pada hari Minggu. "Ada yang kemarin (diturunkan), ada yang hari ini. Kemarin satu, hari ini dua," sebut Satriadi.

Dia menegaskan, jika nanti ada laporan atau temuan billboard serupa di lokasi lain, tindakan yang sama akan dilakukan. "Saat ini baru ada tiga ya yang kita turunkan. Kalau memang ada informasi lagi kita akan lakukan penurunan," katanya.

Di sisi lain, Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Yustinus Prastowo, memberikan penjelasan lebih luas. Langkah penurunan ini bukan sekadar tindakan teknis, melainkan bentuk komitmen pemerintah untuk menjaga kenyamanan publik.

"Total ada tiga lokasi yang sudah kami tertibkan, yaitu dua lokasi berbentuk banner dan satu lokasi videotron. Pemprov DKI Jakarta akan terus memantau situasi di lapangan dan memastikan setiap laporan masyarakat ditindaklanjuti dengan cepat dan tepat. Kami juga terus berkoordinasi untuk memantau perkembangan penanganan di titik-titik lainnya," papar Yustinus.

Dia menambahkan poin penting. Ruang publik, menurutnya, harus jadi tempat yang aman dan nyaman buat semua orang, termasuk anak-anak. Makanya, setiap materi yang dipasang di area umum wajib mempertimbangkan aspek kepatutan. Jangan sampai berdampak buruk secara psikologis bagi masyarakat yang melihatnya.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar