Pemerintah Terapkan WFH Jumat, BEI Naikkan Batas Minimum Free Float

- Minggu, 05 April 2026 | 08:45 WIB
Pemerintah Terapkan WFH Jumat, BEI Naikkan Batas Minimum Free Float

Minggu pagi ini, mari kita simak lagi beberapa peristiwa ekonomi yang masih hangat dibicarakan sepanjang pekan kemarin. Ada beberapa kebijakan baru yang cukup menarik perhatian, mulai dari skema pinjaman murah untuk mengusir rentenir, hingga aturan baru soal kerja dari rumah bagi ASN.

Nah, soal pinjaman murah itu, Menteri Koperasi Ferry Juliantono punya penjelasannya. Program dari Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang menawarkan bunga cuma 6 persen per tahun itu memang sengaja dirancang sebagai alternatif.

"Ini upaya memberikan pilihan pembiayaan ultra mikro yang terjangkau," ujar Ferry saat ditemui di Jakarta, Senin lalu.

Menurutnya, dengan adanya akses ke pinjaman berbunga rendah, diharapkan masyarakat tak lagi terjebak dalam jerat rentenir atau pinjol online yang bunganya bisa mencekik.

Di sisi lain, ada kabar yang mungkin disambut baik oleh para aparatur sipil negara. Pemerintah akhirnya resmi menerapkan kebijakan kerja dari rumah atau WFH setiap hari Jumat. Kebijakan ini rencananya baru mulai berlaku pada 1 April 2026 nanti.

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut, aturan ini akan dievaluasi setelah dua bulan berjalan. Jadi, masih ada waktu untuk melihat bagaimana penerapannya nanti.

Sementara itu, dunia pasar modal juga dapat aturan baru. BEI baru saja menaikkan batas minimum kepemilikan saham publik atau free float. Kini, minimumnya naik jadi 15 persen dari jumlah saham yang tercatat.

Tak cuma itu, untuk pencatatan perdana, persyaratannya juga berubah. BEI kini pakai basis kapitalisasi pasar dengan tiering baru: 15, 20, hingga 25 persen. Langkah ini tentu dimaksudkan untuk meningkatkan likuiditas perdagangan saham.

Lalu, bagaimana dengan harga BBM nonsubsidi di tengah gejolak minyak dunia? Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa angkat bicara. Ia menyebut Pertamina akan menanggung selisih harganya untuk sementara waktu.

"Sementara sepertinya Pertamina. Sementara, ya," kata Purbaya dengan singkat saat ditemui di Wisma Danantara, Rabu kemarin.

Artinya, selama harga minyak dunia melonjak dan harga jual di dalam negeri belum disesuaikan, Pertaminalah yang akan menanggung beban selisihnya.

Terakhir, ada keputusan pemerintah terkait program Makan Bergizi Gratis atau MBG. Setelah dievaluasi, program ini hanya akan diberikan pada hari-hari sekolah saja. Jadi, saat libur, pemberiannya akan dihentikan.

Keputusan ini diambil usai rapat terbatas yang digelar di Kemenko Bidang Pangan, Kamis lalu. Tujuannya jelas, agar bantuan lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan anak saat bersekolah.

Itulah tadi kilas balik seputar ekonomi sepekan terakhir. Beberapa kebijakan ini tampaknya akan berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari, baik bagi pelaku usaha, investor, hingga para pegawai negeri.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar