Di balik seriusnya pembahasan bilateral, ada momen-momen hangat yang justru paling diingat dari pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung. Rabu lalu, di Istana Cheong Wa Dae yang megah, keduanya tak cuma berdiskusi. Mereka terlihat akrab, bahkan sempat berpose 'finger heart' layaknya idola K-pop. Ya, diplomasi kali ini punya sentuhan yang jauh lebih personal dan santai.
Pertemuan itu sendiri diawali dengan upacara kenegaraan yang khidmat. Setelah itu, baru agenda inti dan jamuan makan siang digelar. Nah, di sinilah hal tak terduga muncul.
Rupanya, di jamuan makan siang itu hadir juga Carmen, anggota grup K-pop Hearts2Hearts asal Indonesia. Kehadiran wanita bernama lengkap Nyoman Ayu Carmenita ini yang tercatat sebagai WNI pertama yang debut di bawah SM Entertainment langsung menarik perhatian kedua pemimpin. Tak mau menyia-nyiakan kesempatan, Prabowo, Presiden Lee, dan Carmen pun berfoto bersama. Dengan kompak, mereka membentuk simbol hati menggunakan jari, sebuah gestur yang sangat populer di dunia hiburan Korea.
Namun begitu, keakraban mereka tak berhenti di situ.
Di sebuah Friendship Event di Taman Sangchungjae, masih dalam kompleks istana, terjadi obrolan ringan yang berujung pada pertukaran hadiah. Prabowo menyerahkan sejumlah kerajinan tangan khas Indonesia, seperti keris Bali dan guci keramik dari Jawa Timur. Pemberian ini jelas bukan sekadar formalitas. Ia adalah upaya diplomasi ekonomi kreatif, memperkenalkan kekayaan budaya dan produk lokal kita ke panggung internasional.
Tapi, ada satu hadiah lain yang bikin banyak orang tersenyum.
Presiden Prabowo ternyata juga membawakan hadiah untuk anjing peliharaan Presiden Lee. Ia menghadiahkan scarf dan kalung untuk sang anjing yang, menariknya, bernama Bobby. Nama yang serupa dengan kucing peliharaan Prabowo sendiri. Momen kecil ini langsung viral, disebut-sebut sebagai bentuk 'diplomasi anabul' yang jarang terlihat.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya kemudian memberi penjelasan. Menurutnya, pendekatan seperti ini sengaja dilakukan untuk membangun kedekatan yang lebih manusiawi.
"Diplomasi tidak hanya rapat dan agenda resmi, tetapi bagaimana hubungan personal antarpemimpin dapat terjalin dan membekas baik di hati," ujar Teddy.
Pernyataan itu sepertinya tepat. Di sisi lain, lewat gestur sederhana dan perhatian pada hal-hal personal, sebuah pertemuan kenegaraan bisa terasa lebih hangat dan meninggalkan kesan mendalam. Bukan cuma di atas kertas, tapi juga di antara pemimpinnya secara pribadi.
Artikel Terkait
Macron Puji Ketegasan Prabowo Perjuangkan Perdamaian dan Kedaulatan Palestina
Pelayanan Haji 2026 Meningkat Signifikan, Jemaah Tak Temukan Keluhan Berarti
48 Tewas dalam Bentrokan Faksi FARC di Amazon Kolombia Jelang Pemilu Presiden
Kementerian PKP Validasi 188 Lokasi Tanah untuk Percepatan Pembangunan Rusun dan Kota Satelit