Israel mendapat kecaman keras dari Dewan Keamanan PBB. Penyebabnya, serangan di Lebanon akhir Maret lalu yang menewaskan tiga prajurit TNI personel pasukan perdamaian UNIFIL. Tak hanya itu, lima tentara perdamaian lainnya juga terluka dalam insiden memilukan tersebut.
Belasungkawa yang mendalam disampaikan kepada Indonesia dan keluarga almarhum. Pernyataan resmi DK PBB pada Rabu (1/4) menyiratkan duka yang dalam.
“Para anggota Dewan Keamanan menyampaikan belasungkawa dan simpati terdalam mereka kepada keluarga para korban, serta kepada Indonesia,”
Begitu bunyi pernyataan itu, seperti dilaporkan Anadolu Agency keesokan harinya.
Serangan ini bukan terjadi dalam ruang hampa. Menurut pernyataan DK PBB, para prajurit itu terluka “di tengah permusuhan yang sedang berlangsung di sepanjang Blue Line.” Garis biru itu sendiri adalah batas sementara sepanjang 120 kilometer. Fungsinya, untuk mengonfirmasi penarikan pasukan Israel dari selatan Lebanon, ditetapkan PBB jauh hari sebelumnya, tepatnya 7 Juni 2000.
Di sisi lain, Dewan Keamanan juga menyoroti serangkaian insiden lain yang mengganggu pos-pos UNIFIL. Situasinya memang tegang.
“Mendoakan kesembuhan yang cepat dan sepenuhnya bagi mereka yang luka-luka,” lanjut pernyataan itu. Penghormatan juga diberikan pada dedikasi seluruh pasukan perdamaian PBB yang mempertaruhkan nyawa. Apresiasi mendalam untuk negara-negara penyumbang pasukan UNIFIL pun tak dilupakan.
Pada akhirnya, dukungan penuh untuk misi UNIFIL ditegaskan kembali. Pesannya jelas: meski risiko tinggi, komitmen untuk perdamaian internasional harus terus dijalankan.
Artikel Terkait
Bupati Gorontalo Utara Kirim Bantuan Darurat ke Lima Desa Terendam Banjir
J Trust Bank Salurkan Dana Nasabah untuk Konservasi Mangrove dan Penyu Lewat Tabungan Hijau
Tekanan Geopolitik Global Dorong Indonesia dan China Perkuat Kerja Sama di Asia Tenggara
DPP IKM Laporkan Abu Janda ke Polisi Atas Dugaan Ujaran Kebencian dalam Pidato di AS