Rabu pagi di Masjid Al-Maulana, Desa Gunung Terang, suasana terasa berbeda. Bukan hanya suara lantunan ayat suci yang terdengar, tapi juga obrolan hangat antara warga dan seragam polisi. Inilah wujud nyata program “SAJADAH” yang digelar Polres OKU Selatan sebuah upaya mereka mendekatkan diri lewat pendekatan religi dan edukasi.
AKBP I Made Redi Hartana, sang Kapolres, memimpin langsung kegiatan ini. Menurutnya, program Sambang Jamaah di Tempat Ibadah itu adalah bentuk kehadiran nyata polisi di tengah masyarakat.
Di sisi lain, program ini bukan sekadar simbolis. Ia jadi instrumen penting dalam merawat toleransi dan keamanan di wilayah OKU Selatan. Komitmen itu ditegaskan Kapolres sebagai bentuk dukungan terhadap visi pemerintah, khususnya soal peningkatan toleransi antarumat beragama. Semua dijalankan lewat koordinasi intensif dengan Polda Sumsel, memastikan Polri benar-benar hadir di tengah aktivitas warga.
Hari itu, usai salat Zuhur berjemaah dan tausiah dari Ustadz Robian Adi, diskusi pun mengalir. Warga mulai angkat bicara. Aspirasi mereka beragam, tapi yang paling menonjol adalah kekhawatiran akan keselamatan berkendara anak-anak muda di desa.
Artikel Terkait
Presiden Korsel Sambut Prabowo, Soroti Kemitraan Strategis dan Proyek Bersama
Komisi III DPR Gelar Rapat Khusus Bahas Vonis Bebas Amsal Sitepu
Kemensos Terapkan WFH Setiap Jumat, Layanan Publik Tetap Berjalan
19 Migran Tewas dalam Penyeberangan Berbahaya di Perairan Lampedusa