Prabowo Soroti Murid Berani Lawan Guru, DPR Ingatkan Peran Krusial Orang Tua

- Senin, 01 Desember 2025 | 08:40 WIB
Prabowo Soroti Murid Berani Lawan Guru, DPR Ingatkan Peran Krusial Orang Tua
Pembahasan Pendidikan Karakter

Prabowo Soroti Murid yang Berani Melawan Guru

Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini menyoroti sebuah fenomena yang cukup mengusik: siswa yang bersikap kurang ajar, bahkan berani melawan saat ditegur oleh gurunya. Pernyataan ini langsung memantik perhatian banyak pihak, termasuk dari dalam gedung DPR.

Wakil Ketua Komisi X DPR, Lalu Hadrian Irfani, menanggapi serius komentar presiden. Menurutnya, inti dari pesan Prabowo adalah soal pentingnya peran orang tua. Pendidikan karakter, ujarnya, mustahil berhasil kalau hanya diserahkan ke sekolah saja.

"Pernyataan Pak Presiden pada dasarnya ingin mengingatkan bahwa pendidikan karakter tidak bisa berjalan tanpa dukungan orang tua," kata Lalu Hadrian kepada wartawan, Senin (1/12/2025).

Ia lalu menggambarkan situasi yang kerap terjadi di lapangan. "Banyak kasus di mana guru berusaha menegakkan disiplin, eh malah langsung diprotes orang tua. Padahal, belum tentu mereka tahu duduk perkaranya seperti apa."

Lalu Hadrian menekankan, perilaku melawan guru adalah bentuk ketidaksopanan yang jelas-jelas butuh pembinaan. Ia melihat pesan presiden sebagai sebuah dorongan untuk membangun kepercayaan dan komunikasi yang lebih lancar antara sekolah dan keluarga.

Di sisi lain, politikus PKB ini juga bicara soal batasan. Guru memang harus tegas, itu jelas. Tapi ketegasan itu punya rambu-rambu. "Ketegasan dibutuhkan, tetapi harus dalam koridor yang benar. Guru punya mandat moral dan profesional untuk mendisiplinkan siswa, tapi tentu bukan dengan kekerasan," ucapnya.

Ia kemudian mengingatkan soal Permendikbudristek No. 46 Tahun 2023. Aturan ini, katanya, sudah menjelaskan dengan cukup detail batas antara tindakan mendidik dan kekerasan di sekolah. "Artinya, guru tetap bisa memberi konsekuensi, menegur, atau mengambil langkah-langkah pedagogis untuk membentuk karakter – asalkan proporsional, mendidik, dan tidak melanggar aturan," jelasnya.

Pada akhirnya, Lalu Hadrian berharap orang tua paham bahwa sekolah bukan cuma tempat mengejar nilai akademis. Itu juga tempat anak belajar berkarakter. "Maka ketika guru bersikap tegas, orang tua seharusnya mendukung, bukan langsung menghakimi," tegasnya.

"Dengan dukungan keluarga, ketegasan yang mendidik dari guru, serta aturan yang melindungi semua pihak, barulah ekosistem sekolah yang sehat dan penuh hormat bisa terwujud," imbuhnya.

Dukungan Prabowo untuk Guru yang Tegas

Sebelumnya, dalam acara Hari Guru Nasional 2025 di Indonesia Arena, GBK, Jakarta, Prabowo memang secara terbuka bicara soal ini. Ia mendukung guru untuk bersikap tegas dan keras terhadap siswa yang nakal.

"Tapi memang kalau guru-guru saya dulu nggak tegas, nggak keras sama saya, saya nggak bisa berdiri di sini," kenang Prabowo, Jumat (28/11).

Pesan untuk orang tua pun ia sampaikan dengan blak-blakan. "Jadi, hai orang tua di mana-mana, kalau guru itu keras, jangan-jangan anakmu yang nakal. Bener? Kalau anak nakal terus dibiarkan nakal, dia nggak jadi orang baik," lanjutnya.

Presiden memang memaklumi jika anak-anak kadang bertingkah nakal. Itu wajar. Namun, ada satu hal yang baginya tidak bisa ditolerir: sikap kurang ajar. "Tapi kalau kurang ajar, ini yang nggak beres. Kadang-kadang ada murid yang kurang ajar, ya kan? Ditegur oleh guru dia balas. Merasa dirinya jagoan," ujarnya.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar