Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera memastikan bahwa seluruh penyintas bencana hidrometeorologi di tiga provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat akan menerima bantuan secara cepat, tepat sasaran, dan berkelanjutan. Skema penyaluran dilakukan secara bertahap dengan berpedoman pada data yang telah disampaikan oleh pemerintah daerah setempat. Langkah ini diambil agar masyarakat terdampak tidak harus menunggu hingga keseluruhan proses pendataan rampung.
Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, menjelaskan bahwa kondisi geografis pascabencana menjadi tantangan tersendiri. Warga terdampak tersebar di wilayah terpencil dan pedalaman, sehingga proses pendataan membutuhkan waktu yang lebih panjang. Apabila penyaluran bantuan harus menunggu seluruh data terkumpul secara sempurna, dikhawatirkan proses pemulihan masyarakat akan berjalan jauh lebih lambat.
“Kalau menunggu pendataan pemda selesai karena korban terdampak tersebar luas, maka pendataan akan sangat lamban. Yang terjadi rumah rusak ringan dan sedang akan makin rusak karena tidak diperbaiki sambil menunggu bantuan turun dari pusat,” kata Tito dalam keterangan tertulis, Kamis (7/5/2026).
Ia menegaskan bahwa pemerintah pusat hanya dapat menyalurkan bantuan tunai setelah data dari pemerintah daerah terverifikasi. Karena itu, Satgas PRR memutuskan untuk memberikan bantuan secara bertahap sesuai dengan data yang telah tersedia dan tervalidasi. “Makanya saya putuskan bantuan diberikan bertahap. Mana data warga terdampak yang sudah ada dari pemda segera diverifikasi BPS dan langsung disalurkan bantuannya baik oleh BNPB maupun Kemensos,” jelasnya.
Di sisi lain, pemerintah daerah tetap diberikan ruang untuk terus memperbarui data masyarakat terdampak. Apabila masih ditemukan warga yang belum tercatat sebagai penerima bantuan, data tambahan tersebut dapat diusulkan kembali. Proses verifikasi oleh Badan Pusat Statistik akan dilakukan sebelum bantuan disalurkan oleh kementerian atau lembaga terkait.
“Kalau ada lagi yang terlewat oleh pemda, silakan usulkan lagi, diverifikasi lagi oleh BPS, kemudian disalurkan lagi bantuan BNPB dan Kemensos,” kata Tito.
Pendekatan bertahap ini, menurut Tito, semata-mata diambil untuk mempercepat pemulihan masyarakat terdampak. Tujuannya agar bantuan dapat segera memberikan manfaat nyata bagi para penyintas di lapangan. Berdasarkan data Satgas PRR, berbagai jenis bantuan terus disalurkan di wilayah terdampak, meliputi bantuan jaminan hidup, bantuan isi hunian, bantuan stimulan ekonomi, bantuan perbaikan rumah rusak ringan dan sedang, serta penyaluran Dana Tunggu Hunian.
“Warganya sudah teriak minta bantuan. Kalau terlalu lama menunggu pendataan selesai total, masyarakat akan makin sulit hidupnya karena bantuan belum turun,” tutup Tito.
Artikel Terkait
Instagram Bersihkan Jutaan Akun Bot dan Spam, Pengikut Selebritas Dunia Susut Drastis
Bakom Bantah Ada Kerja Sama dengan Indonesia New Media Forum Usai Pertemuan Audiensi
Sidang Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS: Eks Kepala BAIS Sebut Terdakwa Tak Terlibat Operasi Intelijen
Lampu Skywalk Kebayoran Padam, Transjakarta Minta Maaf dan Koordinasi Perbaikan