Seoul diguyur hujan ringan Rabu pagi itu, tapi suasana di Blue House justru hangat oleh sambutan resmi. Presiden Korea Selatan, Lee Jae-myung, menyambut kedatangan Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, dalam kunjungan kenegaraan yang penuh muatan. Di antara agenda diplomasi, ada satu momen yang terasa lebih personal dan mengharukan.
Lee Jae-myung tak lupa menyampaikan rasa hormatnya. Ia menilai Prabowo punya pemahaman yang mendalam tentang dinamika global. Namun begitu, perbincangan serius itu disela oleh ungkapan duka.
"Saya ingin menyampaikan belasungkawa terdalam saya kepada anggota militer Indonesia yang berpartisipasi dalam operasi perdamaian di Lebanon yang telah meninggal dunia akibat ledakan,"
ucap Presiden Lee dengan nada yang tegas namun penuh empati. Pernyataan itu ia sampaikan langsung di hadapan Prabowo, mengacu pada insiden memilukan yang menimpa pasukan perdamaian Indonesia di Lebanon.
Rupanya, Prabowo sendiri telah lebih dulu menyampaikan duka citanya atas gugurnya tiga prajurit TNI dalam misi UNIFIL itu. Sambutan Lee bisa dilihat sebagai bentuk solidaritas dan penghargaan atas pengorbanan tersebut. Di sisi lain, kunjungan ini jelas punya tujuan yang lebih luas, membawa angin segar bagi hubungan kedua negara.
Artikel Terkait
Iran Bantah Klaim Trump Soal Permintaan Gencatan Senjata
Drone Ukraina Ditemukan di Danau Finlandia, Diledakkan karena Diduga Bawa Hulu Ledak
Menhan Siapkan Pembangunan 10 Batalyon dan Pangkalan Udara di Bengkulu
Presiden Korsel Sambut Prabowo, Soroti Kemitraan Strategis dan Proyek Bersama