Kebijakan work from home (WFH) setiap hari Jumat untuk ASN kembali jadi perbincangan. Ujang Bey, anggota Komisi II DPR dari Fraksi NasDem, angkat bicara. Menurutnya, langkah penghematan BBM ini memang sudah seharusnya cepat dijalankan.
“Saya kira pemerintah pastinya sudah mengkaji dan menghitungnya dengan penuh pertimbangan sebelum mengambil langkah kebijakan tersebut,” ucap Ujang saat berbincang dengan wartawan, Rabu (1/4/2026).
“Terlepas apapun, kebijakan penghematan BBM (WFH) memang perlu dilakukan sesegera mungkin oleh pemerintah,” sambungnya.
Alasannya jelas: situasi global yang tak menentu. “Kita tidak pernah tahu kapan tanda-tanda perang Iran vs Israel dan AS ini akan berakhir,” tambah Ujang.
Namun begitu, politikus ini menekankan bahwa kebijakan ini tidak boleh jalan begitu saja. Evaluasi rutin mutlak diperlukan. Pemerintah harus jeli melihat plus minusnya di lapangan.
“Apakah kebijakan tersebut bisa dirubah waktunya atau ditambah. Semua tergantung seberapa efektif kebijakan itu berdampak terhadap penghematan BBM,” jelasnya.
Di sisi lain, Ujang mewanti-wanti soal potensi penyalahgunaan. Jangan sampai niat baik malah disalahartikan. WFH bukan libur panjang akhir pekan.
“Memang kemarin ada beberapa kekhawatiran dari teman-teman di Komisi II,” akunya.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Dianugerahi Penghargaan Tertinggi Korea Selatan The Grand Order of Mugunghwa
IHSG Melonjak 1,91% ke 7.184, Ikuti Euforia Pasar Asia
Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Panglima Pastikan Hak Keluarga Terpenuhi
Pemkot Bogor Terapkan WFH Setiap Jumat dan Potong Anggaran Bensin Pejabat