Partai berlambang banteng itu menyampaikan penghormatan setinggi-tingginya. Praka Farizal gugur di Lebanon Selatan pada 29 Maret 2026, saat menjalankan tugas mulia sebagai penjaga misi perdamaian PBB. Menurut PDIP, gugurnya prajurit TNI itu adalah bukti nyata komitmen profesional Indonesia di kancah global.
"Secara tegas TNI menunjukkan komitmennya dalam melaksanakan tugas sebagai bagian dari misi perdamaian dunia secara profesional dan penuh tanggung jawab," tegas pernyataan tersebut.
Lebih jauh, PDIP menilai pengorbanan prajurit seperti Farizal bukan hal sepele. Mereka adalah perisai bangsa dan perwujudan konkrit dari amanat konstitusi, khususnya Pembukaan UUD 1945, yang menyebutkan tentang ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan perdamaian abadi dan keadilan sosial.
Pernyataan itu menutup dengan refleksi panjang. Selama hampir tujuh dekase, Kontingen Garuda telah menjadi kebanggaan diplomasi Indonesia.
"Kontingen Garuda telah menjadi mahkota diplomasi Indonesia di kancah dunia yang membuktikan bahwa bangsa ini tidak hanya berbicara tentang perdamaian, tetapi juga bersedia berkorban untuk mewujudkannya di bawah mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa," demikian penegasan akhir dari pernyataan sikap PDIP.
Artikel Terkait
Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Denda Rp137 Miliar atas Kasus Gratifikasi
KPK Beri Asistensi Dua Direktur WNA Garuda Isi LHKPN
Konfrontasi Kasus Dugaan Kekerasan Seksual di Mapolda Metro Jaya Berujung Ricuh, Tiga Orang Diamankan
Indonesia dan Korea Selatan Perkuat Aliansi dengan 10 Nota Kesepahaman Baru