Denpasar, Bali - Polisi Daerah Bali akhirnya mengungkap kasus pembunuhan yang mengerikan itu. Korban, Ihor Komarav (28), seorang warga negara Ukraina, tewas di tangan tujuh orang WNA dari berbagai negara. Tapi, ada satu hal yang bikin geram: enam dari tujuh tersangka itu sudah kabur ke luar negeri. Mereka melesat sebelum polisi sempat mengamankan mereka.
Kapolda Bali, Irjen Daniel Adityajaya, menjelaskan bahwa penetapan ketujuh orang asing sebagai tersangka bukan perkara mudah. Butuh penyidikan maraton. Timnya harus mengolah TKP di enam lokasi berbeda untuk menyatukan kepingan-kepingan fakta yang berserakan.
"Setelah melakukan rangkaian kegiatan yang cukup panjang dan kerja keras dari penyidik, kami menetapkan tujuh orang tersangka yang kesemuanya adalah warga negara asing," ujar Daniel dalam konferensi pers di Denpasar, Senin (30/3/2026).
Nah, meski identitas mereka sudah dikantongi, kebanyakan sudah raib. Menurut Direktur Reskrim Polda Bali, Kombes I Gede Adhi Mulyawarwan, hanya satu yang berhasil diamankan: CBG, warga Nigeria. Pihak Imigrasi yang menahannya.
Lalu, siapa saja yang kabur? Mereka adalah FN, RM, dan DH (semuanya dari Ukraina), lalu SM (Rusia), serta FA dan NP (keduanya dari Kazakhstan). Keenamnya kini masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).
"Berdasarkan koordinasi dengan Divhubinter Polri dan Interpol dunia, kita telah mengetahui di mana posisi-posisi sementara yang diduga menjadi lokasi persembunyian terakhir dari enam buron tersebut," jelas Gede Adhi. Pengejaran lintas negara pun digelar.
CBG, tersangka yang tertangkap, diduga punya peran krusial. Dia disebut menyediakan kendaraan dan juga paspor palsu untuk operasi ini. Kini dia mendekam di tahanan.
Polisi memasang police line di Pantai Ketewel, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali, Kamis (26/2/2026). ANTARA/HO-Humas Polres Gianyar
Yang bikin ngeri, aksi ini ternyata bukan pembunuhan spontan. Polisi menyebut perencanaannya sangat matang. Bahkan, para pelaku dikabarkan sudah melakukan survei lokasi sebulan sebelum eksekusi dilakukan. Mereka menduga korban dibunuh di wilayah Gianyar.
Potongan tubuh korban kemudian dibuang di Muara Sungai Wos Teben, Desa Ketewel. Temuan mengerikan itu terjadi pada Kamis, 26 Maret 2026. Hasil uji DNA kemudian memastikan kebenaran yang suram: potongan tubuh itu milik Ihor Komarav.
Sebelumnya, pria Ukraina itu dilaporkan sebagai korban dugaan penculikan di Jimbaran, Kuta Selatan. Kini, kasusnya berubah menjadi pembunuhan brutal. Sementara enam buron masih berkeliaran di luar negeri, harapan kini bertumpu pada kerja sama Interpol untuk membawa mereka ke pengadilan.
Artikel Terkait
Netanyahu dan Trump Sepakat Perjanjian Akhir dengan Iran Harus Hentikan Total Ancaman Nuklir
Persib Bandung Juara Liga Super Indonesia 2025/2026 Unggul Head-to-Head atas Borneo FC
Anggota Timwas DPR Apresiasi Dedikasi Petugas Haji 2026: Budaya Kerja Berubah Drastis
Mobil Dinas Kapolsek Waingapu Tabrak Bengkel, Enam Warga Luka-Luka