Lagi-lagi, langit di perbatasan Turki-Iran tak tenang. Kementerian Pertahanan Turki baru saja mengumumkan, pasukan NATO berhasil mencegat sebuah rudal yang ditembakkan dari Iran. Ini bukan yang pertama. Sejak perang di Timur Tengah berkecamuk, ini sudah jadi yang keempat kalinya proyektil melintas dari arah sana.
Untungnya, menurut keterangan resmi, tak satu pun dari keempat rudal itu benar-benar mencapai sasaran di wilayah Turki. Semua berhasil dihadang.
Dalam pernyataannya, Kementerian Pertahanan Turki menjelaskan dengan rinci.
"Sebuah amunisi balistik, yang telah dipastikan ditembakkan dari Iran dan telah memasuki wilayah udara Turki, telah dinetralisir oleh pasukan pertahanan udara dan rudal NATO yang ditempatkan di Mediterania timur," begitu bunyi pernyataan itu.
Posisi Turki memang cukup unik. Sebagai anggota NATO yang berbatasan langsung dengan Iran, mereka sejauh ini terhindar dari gelombang pembalasan yang dialami negara-negara lain di kawasan. Teheran, tampaknya, masih menahan diri.
Di sisi lain, Ankara sendiri punya sikap yang jelas. Mereka sejak lama dikenal kritis, baik terhadap Iran maupun Israel. Upaya mereka satu: jangan sampai terseret ke dalam konflik yang memanas ini. Perang itu sendiri dipicu oleh serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran akhir Februari lalu. Dan sejak saat itu, Turki seperti berjalan di atas tali, berusaha menjaga keseimbangan di tengah ketegangan yang makin menjadi-jadi.
Artikel Terkait
KPK Periksa Tiga Hakim Terkait Suap Eksekusi Lahan Tapos Depok
Wakil Ketua MPR Desak Pemerintah Bawa Kasus Penculikan WNI oleh Israel ke Mahkamah Internasional
Remaja 14 Tahun Dibacok di Kepala saat Tawuran Dua Geng di Cikupa, Polisi Tangkap Pelaku dalam 24 Jam
16 Armada Angkutan Barang Terjaring Razia Gabungan di Ancol, Didominasi Pelanggaran Dokumen dan Muatan Berlebih