Rusia Usir Diplomat Inggris Diduga Mata-Mata, Hubungan Kedua Negara Memanas

- Senin, 30 Maret 2026 | 16:10 WIB
Rusia Usir Diplomat Inggris Diduga Mata-Mata, Hubungan Kedua Negara Memanas

Namun begitu, ketegangan kali ini terjadi dalam atmosfer yang sudah sangat muram. Hubungan kedua negara memang sedang berada di titik terendah, terutama sejak pecahnya perang di Ukraina.

Latar belakang perseteruan mereka pun kelam dan penuh drama. Coba kita ingat kasus Alexander Litvinenko di tahun 2006. Mantan perwira FSB yang membelot itu tewas mengenaskan di London, diracuni polonium. Hasil penyelidikan Inggris dengan tegas menyebut itu adalah pembunuhan yang direncanakan dinas rahasia Rusia.

Belum lagi insiden tahun 2018 di Salisbury. Sergei Skripal, mantan agen ganda Rusia, dan putrinya nyaris tewas setelah terpapar zat saraf mematikan Novichok. Inggris kembali menuding Kremlin berada di balik serangan itu.

Jadi, pengusiran diplomat kali ini hanyalah episode terbaru dari rivalitas panjang yang penuh kecurigaan. Sebuah hubungan yang sudah lama diwarnai saling tuduh, racun, dan intrik mata-mata. Dan untuk sekarang, belum ada tanda-tanda akan mereda.

Editor: Redaksi MuriaNetwork


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar