Lagi-lagi, hubungan Rusia dan Inggris memanas. Kali ini, otoritas Rusia secara resmi memerintahkan seorang diplomat Inggris untuk segera angkat kaki dari Moskow. Menurut keterangan resmi dinas keamanan FSB yang dilansir media pemerintah, diplomat itu diduga kuat bekerja sebagai mata-mata.
“Keputusan telah dibuat untuk mencabut akreditasi Janse Van Rensburg dan memerintahkannya untuk meninggalkan Rusia dalam waktu dua minggu,” begitu bunyi pernyataan FSB yang dikutip kantor berita RIA.
Diplomat yang dimaksud adalah sekretaris kedutaan bernama Albertus Gerhardus Janse Van Rensburg. FSB menudingnya terlibat dalam apa yang mereka sebut "aktivitas intelijen subversif yang mengancam keamanan Rusia".
Tak lama setelah pengumuman itu, Kementerian Luar Negeri Rusia langsung memanggil kuasa usaha Inggris. Sampai berita ini diturunkan, pihak Kedutaan Inggris sendiri masih bungkam, belum memberikan komentar publik sama sekali.
Ini sebenarnya bukan hal baru. Moskow dan London sudah bertahun-tahun saling sikut. Polanya seringkali mirip: pengusiran dari satu pihak biasanya dibalas dengan tindakan serupa dari pihak lain. Sudah lebih dari satu dekade mereka saling tuding dan saling usir staf kedutaan terkait kasus spionase.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Saksikan Penandatanganan Kerja Sama Indonesia-Jepang Senilai USD 23,63 Miliar
KPK Tetapkan Dua Tersangka Baru Kasus Korupsi Kuota Haji, Dugaan Suap Mencapai Miliaran Rupiah
Dua Warga Palestina Tewas Ditembak Pasukan Israel di Tepi Barat
Mendagri Tito Karnavian Serukan Peningkatan Kinerja ASN Usai Libur Idulfitri