Minat Mobil Listrik China Tinggi di AS, Namun Regulasi dan Tarif Jadi Penghalang Utama

- Minggu, 29 Maret 2026 | 06:45 WIB
Minat Mobil Listrik China Tinggi di AS, Namun Regulasi dan Tarif Jadi Penghalang Utama

Dulu, Presiden Donald Trump sempat memberi sinyal terbuka. Produsen China dipersilakan masuk, asal mau membangun pabrik lokal dan mempekerjakan tenaga kerja Amerika. Meski ada celah itu, penolakan dari industri dan kalangan politik tetap keras berdentum.

“Selama saya masih bernapas, tidak akan ada kendaraan buatan China yang dijual di Amerika Serikat,” tegas Senator Bernie Moreno, menyuarakan penentangannya.

Menurut sejumlah survei, minat konsumen biasa justru cukup besar. Hampir setengah dari responden menilai mobil China menawarkan nilai yang bagus, dan sekitar 40 persen lainnya mendukung kehadirannya di pasar AS.

Tapi ya, kekhawatiran tetap bercokol. Isu standar keselamatan dan keamanan data pengguna masih jadi tanda tanya besar. Bahkan dari sisi diler, dukungan untuk membawa merek China ke showroom mereka terbilang minim.

Padahal, seperti dikatakan Rich Benoit, kebutuhan dasarnya sederhana. “Banyak orang hanya butuh kendaraan yang efisien, senyap, dan murah.”

Jadi, di satu sisi ada desakan pasar yang nyata, di sisi lain ada tembok regulasi dan politik yang kokoh. Akankah nanti ada jalan tengahnya? Itu yang masih harus ditunggu.

Editor: Redaksi MuriaNetwork


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar