Dulu, Presiden Donald Trump sempat memberi sinyal terbuka. Produsen China dipersilakan masuk, asal mau membangun pabrik lokal dan mempekerjakan tenaga kerja Amerika. Meski ada celah itu, penolakan dari industri dan kalangan politik tetap keras berdentum.
“Selama saya masih bernapas, tidak akan ada kendaraan buatan China yang dijual di Amerika Serikat,” tegas Senator Bernie Moreno, menyuarakan penentangannya.
Menurut sejumlah survei, minat konsumen biasa justru cukup besar. Hampir setengah dari responden menilai mobil China menawarkan nilai yang bagus, dan sekitar 40 persen lainnya mendukung kehadirannya di pasar AS.
Tapi ya, kekhawatiran tetap bercokol. Isu standar keselamatan dan keamanan data pengguna masih jadi tanda tanya besar. Bahkan dari sisi diler, dukungan untuk membawa merek China ke showroom mereka terbilang minim.
Padahal, seperti dikatakan Rich Benoit, kebutuhan dasarnya sederhana. “Banyak orang hanya butuh kendaraan yang efisien, senyap, dan murah.”
Jadi, di satu sisi ada desakan pasar yang nyata, di sisi lain ada tembok regulasi dan politik yang kokoh. Akankah nanti ada jalan tengahnya? Itu yang masih harus ditunggu.
Artikel Terkait
Warga Jakarta Ramai-Ramai Bakar Kalori di CFD Usai Libur Lebaran
CFD Bundaran HI Ramai Usai Lebaran, Warga Antusias Bakar Kalori dan Silaturahmi
Korlantas: Arus Balik Lebaran 2026 Terkendali, One Way Tahap II Masih Dipertahankan
Harga Emas Batangan di Pegadaian Naik, Antam Sentuh Rp2,9 Juta per Gram