Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio memberikan pernyataan terkait operasi militer. Ia memperkirakan kampanye militer terhadap Iran bisa diselesaikan relatif cepat.
Menurut Rubio, operasi itu mungkin hanya butuh waktu "beberapa pekan, bukan berbulan-bulan," dan bisa dilakukan tanpa perlu mengerahkan pasukan darat.
Eskalasi dan Dampaknya
Konflik ini tentu sudah meninggalkan jejak yang dalam. Sejak akhir Februari, serangan udara AS dan Israel ke Iran dilaporkan menewaskan lebih dari 1.340 orang.
Iran tak tinggal diam. Mereka membalas dengan meluncurkan drone dan rudal, tidak hanya ke Israel tetapi juga menyasar Yordania, Irak, dan beberapa negara Teluk.
Akibatnya? Jelas. Korban jiwa berjatuhan, infrastruktur rusak parah. Pasar global dan jadwal penerbangan internasional pun ikut kacau balau.
Di pihak AS, sedikitnya 13 personel militernya tewas sejauh ini. Yang juga dirasakan dunia: harga energi melonjak dan lalu lintas kapal di Selat Hormuz jadi serba tidak menentu. Situasinya benar-benar memprihatinkan.
Artikel Terkait
Korlantas: Arus Balik Lebaran 2026 Terkendali, One Way Tahap II Masih Dipertahankan
Harga Emas Batangan di Pegadaian Naik, Antam Sentuh Rp2,9 Juta per Gram
Fadlun Kritik Wacana Merumahkan ASN PPPK, MUI Sampaikan Sikap Soal PP TUNAS
Harga Emas di Pegadaian Naik, Antam Sentuh Rp2,9 Juta per Gram