Heru menambahkan, hingga Sabtu sore, reservasi kendaraan sudah mencapai angka 18 ribu. “Karakteristik penumpang yang melakukan perjalanan malam hari masih tinggi. Kami akan memberlakukan skema TBB (Tiba-Bongkar-Berangkat),” jelasnya. Skema ini, bersama delay system dan skrining tiket, jadi andalan untuk mengurai kemacetan.
Di sisi lain, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi yang juga turun langsung ke lokasi pada Sabtu sore mengapresiasi kinerja semua pihak. Menurutnya, arus mudik dan balik tahun ini relatif lebih tertib.
Meski prediksi angka sudah disiapkan dan skema darurat dijalankan, kenyataan di lapangan tetap saja menegangkan. Suara klakson, gemuruh mesin, dan kerumunan orang yang lelah menunggu membentuk pemandangan khas puncak arus balik. Tampaknya, butuh waktu sedikit lagi sebelum pelabuhan legendaris ini benar-benar kembali ke ritme normalnya.
Artikel Terkait
Ushuaia, Kota Paling Selatan di Dunia yang Jadi Gerbang Menuju Antartika
Dua Pelaku Pemalakan Mobil di Tanah Abang Ditangkap Usai Video Viral
Iran Tangkap Jaringan Mossad, Bocoran Data Diduga Picu Kematian Warga Sipil
Tan Liong Houw Raih Gelar Legenda di PSSI Awards Perdana