Nah, untuk mempercepat penanganan, Perumda Pasar Jaya menjalin koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI. Hasilnya, dalam dua hari terakhir ada perkembangan yang cukup signifikan. Sebanyak 33 truk tronton sudah dikerahkan 20 armada di hari sebelumnya, ditambah 13 armada lagi hari ini. Pembersihan intensif akan terus dilakukan sampai situasi benar-benar normal.
Di lapangan, selain pengangkutan, juga dilakukan penertiban dan penyaringan sampah. Tujuannya jelas: agar alur pembuangannya bisa lebih terkendali. Langkah ini diharapkan bukan sekadar solusi sesaat, tapi juga bisa mencegah penumpukan serupa terulang di kemudian hari.
Lalu, bagaimana langkah ke depannya? Perumda Pasar Jaya sudah menyiapkan sejumlah rencana. Untuk jangka pendek, mereka sedang memproses pengadaan lima unit truk sampah mandiri berkapasitas 16 meter kubik. Targetnya, armada baru ini bisa beroperasi akhir April 2026 nanti. Kerja sama dengan pihak ketiga juga akan dioptimalkan.
Sementara untuk jangka panjang, perusahaan mendorong penerapan teknologi pengolahan sampah yang lebih berkelanjutan. Beberapa opsi seperti teknologi thermal hydrolysis dan sistem MASARO (Manajemen Sampah Zero) sedang dipersiapkan untuk uji coba. Intinya, mereka ingin sampah bisa diolah langsung dari sumbernya.
“Langkah-langkah ini diharapkan tidak hanya menyelesaikan persoalan yang ada, tetapi juga membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih baik,” pungkas Topik.
Editor: Redaktur TVRINews
Artikel Terkait
Ushuaia, Kota Paling Selatan di Dunia yang Jadi Gerbang Menuju Antartika
Dua Pelaku Pemalakan Mobil di Tanah Abang Ditangkap Usai Video Viral
Iran Tangkap Jaringan Mossad, Bocoran Data Diduga Picu Kematian Warga Sipil
Tan Liong Houw Raih Gelar Legenda di PSSI Awards Perdana