Satgas PRR Serahkan 120 Unit Huntap di Tapanuli Selatan, Fase Rekonstruksi Dipercepat

- Sabtu, 28 Maret 2026 | 17:45 WIB
Satgas PRR Serahkan 120 Unit Huntap di Tapanuli Selatan, Fase Rekonstruksi Dipercepat

Christhoper Natanael Raja


TVRINews, Tapanuli Selatan

Upaya pemulihan pascabencana di Sumatera terus digenjot. Pemerintah, lewat Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR), memang tak mau kehilangan momentum. Langkah nyatanya terlihat di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.

Di Desa Hapesong Baru, Kecamatan Batang Toru, Mendagri Tito Karnavian yang juga Ketua Satgas PRR bersama Menteri Perumahan Maruarar Sirait baru saja menyerahkan 120 unit huntap tahap pertama. Ini jadi simbol percepatan yang cukup berarti. Menariknya, penyerahan ini dilakukan bahkan sebelum fase rehabilitasi dan rekonstruksi secara resmi dimulai nanti pada April 2026.

Huntap itu ditujukan bagi warga yang rumahnya rusak parah atau musnah sama sekali. Pembangunannya memakai skema komunal, dan yang menarik, melibatkan pihak nonpemerintah seperti Yayasan Buddha Tzu Chi.

Yayasan ini sendiri punya target ambisius: membangun total 2.603 unit huntap yang tersebar di tiga provinsi, Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Tito tak menyembunyikan rasa optimisnya. Ia menyebut proses di lokasi ini termasuk yang tercepat.

“Nah, ini termasuk gotong royong tercepat,”

ujar Tito dalam keterangan tertulis, Sabtu (28/3/2026).

Ia lalu membeberkan dua skema yang dipakai. Pertama, skema in-situ, di mana warga bisa bangun rumah sendiri di lokasi aman dengan dana stimulan Rp60 juta dari BNPB. Dananya dicairkan bertahap. Opsi lainnya, warga bisa menyerahkan sepenuhnya pembangunannya kepada pemerintah.

Lalu ada skema komunal. Di sini, rumah dibangun dalam satu kawasan yang lahannya disiapkan pemda. Pelaksananya bisa Kementerian PUPR atau lewat kolaborasi dengan lembaga lain, termasuk organisasi nonpemerintah tadi.

Di sisi lain, Tito juga memberi apresiasi khusus untuk Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu. Menurutnya, sang bupati bergerak cepat dalam menghimpun data kerusakan. Data yang lengkap dan akurat itu rupanya jadi kunci utama.

Berkat itu, bantuan seperti Jadup, Dana Tunggu Hunian, Bantuan Isian Hunian, hingga Bantuan Stimulan Sosial Ekonomi sudah mulai sampai ke tangan warga.

“Semakin cepat datanya, semakin cepat BNPB dan Kementerian PKP bisa bergerak,”

tegas Tito. Ia berharap daerah lain bisa mencontoh langkah ini agar proses verifikasi dan penyaluran bantuan makin lancar.

Sementara itu, Menteri Maruarar Sirait punya catatan lain. Ia menilai pemilihan lokasi huntap di Tapanuli Selatan sudah tepat. Alasannya, akses ke pasar, sekolah, dan rumah sakit cukup mendukung.

Pemilihan seperti ini, kata dia, sejalan dengan arahan Presiden untuk memastikan kebijakan yang diambil benar-benar mempermudah kehidupan korban bencana ke depannya. Bukan sekadar menyediakan atap, tapi juga membangun kembali akses terhadap kehidupan normal.


Editor: Redaksi TVRINews

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar