LRT Sumsel Angkut Lebih dari 213 Ribu Penumpang Selama Libur Lebaran 2026

- Sabtu, 28 Maret 2026 | 14:15 WIB
LRT Sumsel Angkut Lebih dari 213 Ribu Penumpang Selama Libur Lebaran 2026

Ambil contoh Stasiun Ampera. Lokasinya yang strategis menjadi gerbang utama menuju pusat keramaian warga, seperti Pasar 16 Ilir dan kawasan wisata Benteng Kuto Besak. Dampaknya langsung terasa. Pedagang di sekitar stasiun ramai dikunjungi, transaksi meningkat. Aida menyebutnya sebagai ‘dampak pengganda’ yang menguntungkan bagi ekonomi kerakyatan.

Di sisi lain, upaya pemberdayaan juga merambah ke sektor UMKM. Pengelola dengan sengaja menyediakan ruang ritel di beberapa stasiun, seperti Asrama Haji dan DJKA. Di sana, pengunjung bisa menemukan beragam produk lokal, dari kerajinan tangan hingga kuliner khas yang menggiurkan.

"Kami berupaya memberikan nilai tambah melalui pemberdayaan UMKM lokal. Harapannya, kehadiran LRT Sumsel memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat," lanjut Aida.

Pengalaman Achyar, salah seorang pemudik, bisa jadi gambaran. Ia mengaku sangat terbantu dengan akses yang mudah ini. Sebelum pulang ke kampung halaman, ia sempatkan mampir ke Sentral Kampung Pempek dekat stasiun untuk beli oleh-oleh.

"Cari oleh-oleh di sini lebih mudah dan harganya tetap kompetitif," katanya.

Kini, meski masa angkutan Lebaran telah usai, gelombang positifnya masih terasa. Pencapaian ini diharapkan bukan sekadar euforia musiman, melainkan bisa jadi standar baru. Standar di mana transportasi publik yang baik tak cuma memindahkan orang dari titik A ke B, tapi juga jadi motor penggerak ekonomi daerah yang nyata.

Palembang, dengan LRT-nya, sedang menunjukkan bagaimana kedua hal itu bisa berjalan beriringan.

Editor: Handoko Prasetyo


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar