Romario masih punya harapan. Ia ingin melihat Neymar membuktikan diri lagi di liga Brasil bersama Santos. "Agar ia layak mendapat tempat di skuad final. Tujuannya jelas: kami harus bisa membawa pulang Piala Dunia yang keenam," tutupnya penuh keyakinan.
Di sisi lain, keputusan Ancelotti ini punya alasan yang bisa dimengerti. Statistik Neymar di Santos memang tak buruk: 11 gol dan 4 assist dari 28 penampilan. Namun, masalahnya ada di kebugaran. Cedera hamstring yang kerap menghampiri membuat kondisi fisiknya dianggap belum maksimal oleh sang pelatih.
Ancelotti pun memilih opsi lain. Nama-nama seperti Igor Thiago, Gabriel Martinelli, dan sang fenomena muda Endrick, diprioritaskan untuk mengisi lini depan. Bukan cuma Neymar, Rodrygo juga absen karena diterpa cedera.
Jadi, pertarungan pendapat ini masih akan berlanjut. Antara filosofi Romario yang mengutamakan nama besar, dengan pertimbangan teknis Ancelotti yang memilih kesiapan fisik. Hanya waktu yang akan membuktikan siapa yang benar.
(ASM)
Artikel Terkait
Arus Balik Lebaran di Pelabuhan Pangkal Balam Mulai Bergerak, Roro Tertunda
Kondisi Mata Andrie Yunus Memburuk, RSCM Temukan Iskemia dan Lakukan Operasi Lanjutan
Mobil Listrik Tercebur ke Kolam Bundaran HI, Pengemudi Selamat
Pria Tua Terseret Kereta Barang di Surabaya, Selamat Meski Terlempar 30 Meter