Tak lupa, doa dipanjatkan. Sigit berharap almarhum husnul khotimah dan ditempatkan di sisi-Nya. Keluarga yang ditinggalkan juga didoakan agar diberi kekuatan dan ketabahan menghadapi musibah ini. “Amin YRA,” tutupnya.
Menurut keterangan, kondisi Brigadir Fajar memang tak kunjung membaik usai bertugas. Pada sore harinya, ia kembali mengeluh tidak enak badan dan minta diantarkan ke rumah sakit. Sayangnya, nyawanya tak tertolong.
Peristiwa pilu ini tentu menambah kesedihan di tengah euforia Lebaran. Terutama bagi rekan-rekan seangkatannya yang masih berjaga di lapangan, menjamin keamanan dan kelancaran arus perjalanan warga.
Di sisi lain, Polda Metro Jaya menyatakan akan memberikan pendampingan dan dukungan penuh kepada keluarga almarhum. Mereka juga berjanji mengevaluasi kondisi kesehatan personel di lapangan. Tujuannya jelas: mencegah kejadian serupa terulang di masa depan.
Jenazah Brigadir Fajar Permana rencananya akan disemayamkan dan dimakamkan oleh keluarga. Prosesi kedinasan akan dilakukan sebagai penghormatan terakhir bagi seorang abdi negara yang gugur di garis tugas.
Artikel Terkait
Jepang Tak Berencana Minta Izin Iran untuk Lintasi Selat Hormuz
MRT Jakarta Luncurkan Layanan Pembelian Tiket via WhatsApp
Presiden Prabowo Perintahkan Tutup Sementara Layanan Gizi yang Tak Memadai
Korlantas Imbau Pemudik Hindari Puncak Arus Balik 24 Maret, Sistem One Way Bisa Diperpanjang