Begitu kira-kira bunyi pernyataan mereka. Rasanya seperti ancaman balik yang sengaja dibuat untuk memperkeruh situasi.
Tak cuma soal penutupan selat, militer Iran juga mengancam akan membalas dengan menargetkan infrastruktur penting Israel. Sasaran mereka meliputi pembangkit listrik, energi, dan jaringan teknologi informasi. Bahkan, negara-negara di kawasan yang dianggap memberi tempat bagi pangkalan militer AS atau perusahaan Amerika, juga tak akan luput dari ancaman serangan.
Semua langkah itu, kata mereka, dilakukan semata-mata untuk membela kedaulatan dan kepentingan bangsa Iran. Jadi, situasinya kini seperti bara dalam sekam. Satu pihak memberi tenggat waktu, pihak lain malah menyiapkan konsekuensi yang lebih luas. Kita lihat saja bagaimana 48 jam ke depan akan berjalan.
Artikel Terkait
Lalu Lintas Tol Tangerang-Merak Tembus 1,9 Juta Kendaraan Saat Arus Mudik Lebaran
Dishub DKI Kempeskan Ban Mobil yang Parkir Liar di Kawasan Monas
Trump Tunda Serangan ke Iran Usai Pembicaraan Produktif
Polisi Terapkan Sistem Satu Arah untuk Atasi Kemacetan Panjang Menuju Ciwidey