Di tengah desakan untuk mengencangkan ikat pinggang anggaran, Presiden Prabowo Subianto justru bersikukuh. Program makan bergizi gratis, atau MBG, tak akan dihentikan. Menurutnya, efisiensi bisa dicari dari sektor lain. Krisis global? Bukan alasan untuk mengorbankan pemenuhan gizi rakyat.
Penegasan itu ia sampaikan dalam sebuah diskusi dengan jurnalis dan pengamat, yang tayang di kanal YouTube-nya, Minggu lalu. Pertanyaan yang mengawali cukup menohok: bagaimana melanjutkan MBG di tengah gejolak Timur Tengah, dengan segala analisis biaya-manfaatnya?
Jawabannya tegas. Prabowo memilih bertahan. Alasan utamanya sederhana: ia tak ingin uang negara habis untuk hal lain yang tak jelas, sementara anak-anak kekurangan gizi. Ingatannya masih segar dengan pemandangan saat kampanye dulu.
"Saya akan bertahan sedapat mungkin daripada uang-uang dikorupsi. Lebih baik rakyat saya bisa makan," tegasnya.
Artikel Terkait
Iran Ancam Tutup Selat Hormuz Jika AS Serang Pembangkit Listriknya
Macet Parah H+2 Lebaran, Arus Kendaraan ke Puncak Naik 35%
Puncak Arus Balik Lebaran 2026, KAI Daop 1 Jakarta Catat 51.000 Penumpang Tiba per Hari
Pemerintah Rencanakan Aturan Kerja dari Rumah Satu Hari Seminggu Usai Lebaran