Tapi semuanya berubah dalam sekejap.
Di tengah jamuan, Sir William Crichton salah satu penasihat raja yang berpengaruh tiba-tiba meletakkan kepala banteng hitam di atas meja. Bagi banyak orang di masa itu, simbol itu punya satu arti: kematian. Itu adalah pertanda buruk yang tak bisa disalahpahami.
Tanpa ampun, anak buah klan Crichton langsung menangkap kedua saudara Douglas itu. Mereka dituduh berkhianat. Dan yang terjadi selanjutnya sungguh mengerikan.
Tanpa proses pengadilan, tanpa pembelaan, William dan David langsung digiring ke bukit di halaman kastil. Di sana, di hadapan mata Raja James II yang masih kecil, kepala mereka berdua dipenggal.
Peristiwa inilah yang kemudian dikenal sebagai "Black Dinner" atau Makan Malam Hitam. Sebuah tragedi yang sampai hari ini diingat sebagai salah satu momen paling licik dan berdarah dalam catatan sejarah Skotlandia. Semua itu bermula dari sebuah undangan makan malam yang ternyata adalah jebakan maut.
Artikel Terkait
Brigadir Polda Metro Jaya Meninggal Diduga Akibat Kelelahan Usai Tugas Mudik
Menhub Imbau Pemudik Hindari Puncak Arus Balik 24, 28, dan 29 Maret 2026
Prabowo Unggah Momen Keluarga Intim di Ulang Tahun Putra Semata Wayang
Empat Pelajar Nyaris Tewas Terseret Arus di Pantai Parangtritis, Polres Bantul Beri Imbauan Keras