Di sisi lain, Korea Selatan juga tak tinggal diam. Mereka mengadakan pembicaraan intensif dengan berbagai pihak, termasuk Iran, untuk menormalisasi jalur pelayaran secepatnya. Seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Korsel menyatakan, "Kami secara aktif berkomunikasi dengan negara-negara terkait, termasuk Iran." Pernyataan itu dilansir Yonhap, menyusul kabar bahwa Iran bersedia memberi izin untuk kapal Jepang.
Memang, situasinya sempat sangat mencekam. Di awal perang, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengancam akan membakar kapal apa pun yang berani melintas. Lalu lintas maritim pun nyaris terhenti total. Namun, dalam sepekan terakhir, sikap Teheran mulai melunak.
Kini, saat perang memasuki pekan ketiga, sejumlah negara bahkan sekutu AS mulai melobi Iran. Tujuannya satu: membuka kembali selat atau setidaknya dapat jaminan keamanan untuk kapal mereka. Beberapa negara Eropa seperti Prancis, Jerman, Italia, Belanda, dan Inggris bahkan mengeluarkan pernyataan bersama. Mereka siap berkontribusi untuk memastikan pelayaran aman di Selat Hormuz.
Tak cuma mereka. Laporan dari Lloyd's, layanan informasi pelayaran ternama, menyebutkan Irak, Malaysia, Tiongkok, India, dan Pakistan juga telah mengadakan pembicaraan langsung dengan Teheran. Semua ingin jalan keluar. Krisis energi mengintai, dan dunia sedang berusaha mencari celah di tengah ketegangan yang masih menyala.
Artikel Terkait
Menteri HAM: Gaya Kepemimpinan Prabowo Egaliter dan Berpihak pada Rakyat
Toyota Luncurkan Alphard XE, Varian Hybrid Termurah di IIMS 2026
Sistem Satu Arah Diberlakukan Lagi di Jalur Puncak Menuju Jakarta
Mantan Suami Siri Warga Negara Irak Ditangkap sebagai Tersangka Pembunuhan di Bambu Apus