Nahkoda 25 Tahun Abai Lebaran Demi Antar Pemudik ke Seberang

- Minggu, 22 Maret 2026 | 01:30 WIB
Nahkoda 25 Tahun Abai Lebaran Demi Antar Pemudik ke Seberang

Bagi kebanyakan orang, gemuruh takbir dan aroma ketupat adalah tanda telah tiba saatnya berkumpul. Idulfitri, ya, momen itu. Saat sukacita dan rindu akhirnya terbayar dalam pelukan keluarga. Tapi coba tengok ke Pelabuhan Merak. Di sana, di atas geladak kapal yang siap berlayar, ada seorang lelaki bernama Cecep Ahmaydi.

Sudah 25 tahun Lebaran baginya punya arti yang berbeda. Bukan tentang duduk manis di rumah, melainkan tentang memegang kemudi. Sejak 2008 ia menjadi nahkoda, dan totalnya sudah seperempat abad ia tak pernah merasakan lebaran di tengah sanak saudara. “Pelayanan itu yang utama,” ujarnya, ditemui di atas KMP Sebuku akhir pekan lalu.

“Tugas kita kan begitu. Biar nggak berlebaran, yang penting para pemakai jasa bisa kita hantarkan ke seberang.”

Suaranya tenang, menerima. Bagi Cecep, mengantarkan pemudik yang masih terdampar di perjalanan saat hari raya tiba adalah wujud loyalitas. Sebuah bentuk profesionalitas yang ia jalani dengan ikhlas. “Kita sudah terbiasa,” katanya lagi. Tugasnya memang tak kenal hari libur: menghubungkan Merak dan Bakauheni, bolak-balik, tak peduli tanggal merah di kalender.

Editor: Handoko Prasetyo


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar