Nahkoda 25 Tahun Abai Lebaran Demi Antar Pemudik ke Seberang

- Minggu, 22 Maret 2026 | 01:30 WIB
Nahkoda 25 Tahun Abai Lebaran Demi Antar Pemudik ke Seberang

Namun begitu, di balik ketegasan itu ada sesuatu yang selalu tersisa. Kerinduan. Ia mengaku, setiap mendengar lantunan takbir, hatinya selalu tertarik pulang. Terbayang wajah anak-anak yang menunggu. “Oh, pastinya seperti itu. Manusiawi,” ucapnya dengan senyum getir. “Kita tetap ada rasa kangen.”

Anak-anaknya pun kerap meminta. Mohon agar sang ayah bisa satu meja makan saat hari yang fitri. Tapi Cecep hanya bisa menghela napas. Tuntutan pekerjaan, tanggung jawab pada ribuan penumpang, membuatnya harus menepikan kerinduan itu. “Ada keinginan, tapi karena tugas utama kita memberikan pelayanan, ya itu yang harus dijalani,” tuturnya.

Dari semua pengorbanan itu, harapannya sederhana saja. Ia ingin setiap penumpangnya tiba dengan selamat. Cuaca baik, kapal sehat, dan semua proses penyeberangan berjalan lancar serta tertib. Itulah ‘salam Lebaran’-nya: sebuah perjalanan aman menuju pelukan keluarga orang lain.

Sedangkan pelukannya sendiri, masih harus ditunda.

Editor: Handoko Prasetyo


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar