Suasana di halaman Pasar Ketol, Aceh Tengah, pagi itu berbeda. Di bawah atap tenda darurat yang sederhana, ratusan orang berkumpul. Mereka melaksanakan salat Idulfitri, menandai kemenangan setelah sebulan penuh berpuasa. Jumlahnya mencapai 436 warga, semua berasal dari Desa Serempah yang kini terpaksa tinggal di hunian sementara. Rumah-rumah mereka rusak diterjang bencana alam.
Namun begitu, keterbatasan itu sama sekali tak mengikis kebahagiaan. Suasana khidmat justru terasa sangat kuat, menyelimuti setiap jemaah yang hadir. Wajah-wajah itu memancarkan rasa syukur yang dalam. Bisa merayakan 1 Syawal bersama-sama, di tengah ujian berat seperti ini, adalah sebuah anugerah tersendiri.
Bagi mereka, momen Lebaran kali ini lebih dari sekadar ritual. Ini jadi sarana refleksi yang sangat personal. Di lokasi pengungsian yang serba terbatas, warga justru memanfaatkannya untuk saling mendekat. Silaturahmi dijalin erat, maaf diberikan dengan tulus, dan ikatan persaudaraan sesama penghuni hunian sementara diperkuat. Rasanya, solidaritas itu tumbuh subur justru di tanah yang sulit.
Petue Desa Serempah, Tgk Arman, menyampaikan perasaan yang mungkin mewakili banyak orang.
"Makna 1 Syawal atau Lebaran pada hari ini yaitu kami sangat merasa gembira telah melewati bulan Ramadan. Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat kepada kami dan menghapuskan dosa kami masyarakat Desa Serempah," ujarnya, Sabtu lalu.
Ini bukan kali pertama warga Serempah diuji. Catatan menunjukkan, ini sudah bencana kedua yang mereka hadapi. Maka, salat Id di bawah tenda darurat itu punya makna lebih. Ia adalah wujud syukur yang paling nyata atas rahmat dan nikmat kehidupan yang, meski terasa berat, masih terus mengalir dari Yang Maha Kuasa. Sebuah perayaan yang sederhana, namun penuh makna.
Artikel Terkait
KPK Lacak Tanah Satu Hektar Milik Bupati Pekalongan Nonaktif Fadia Arafiq
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat di RS Polri karena Sakit Bawaan Usai Jadi Tersangka
Israel Tegaskan Gencatan Senjata dengan Hizbullah Bergantung pada Kepatuhan Penuh terhadap Ketentuan
Polisi Amankan Dua Remaja Pembawa Tembakau Sintetis saat Patroli Dini Hari di Jakarta Barat