Udara lembap pagi itu di kompleks hunian sementara Karang Baru, Aceh Tamiang, terasa berbeda. Presiden Prabowo Subianto memilih menghabiskan momen Idulfitri 1447 H di tengah masyarakat yang masih merasakan dampak banjir dan longsor. Bukan di istana, tapi di Masjid Darussalam yang sederhana, berdampingan dengan para penyintas.
Menurut Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, kehadiran ini bukan sekadar kunjungan seremonial. “Sebenarnya ada beberapa tempat yang kami siapkan,” ujar Tito, usai mendampingi Presiden. “Tapi beliau memilih tempat yang ada pengungsinya. Alhamdulillah semua berjalan lancar.”
Pilihannya itu, kata Tito, sudah direncanakan jauh hari. Presiden ingin benar-benar berbagi rasa solidaritas di hari raya. Ini menjadi simbol perhatiannya yang tak berkurang terhadap proses pemulihan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
“Ini atensi beliau yang luar biasa di momentum suci Ramadan,” tegas Tito.
Memang, ini bukan kali pertama Prabowo menyempatkan diri di tengah penyintas pada momen penting. Akhir tahun 2026 lalu, ia juga merayakan tahun baru bersama mereka di Tapanuli Selatan. Kehadirannya seperti menjadi pengingat bahwa proses rehabilitasi dan rekonstruksi tetap menjadi prioritas.
Dan progresnya, meski bertahap, mulai terlihat. Tito menyebut Presiden memberi apresiasi pada semua pihak yang bekerja keras. Infrastruktur fisik, listrik, pasokan BBM, hingga layanan dasar seperti kesehatan dan pendidikan, pelan-palan kembali berfungsi. Sektor ekonomi juga mulai bergeliat, ditandai dengan ramainya lagi aktivitas di pasar.
“Beliau memberikan apresiasi karena sudah mendekati normalitas,” kata Tito.
Namun begitu, pekerjaan rumah masih menumpuk. Tito mengakui, masih ada beberapa persoalan yang harus diselesaikan. Perbaikan permanen untuk jalan dan jembatan, normalisasi sungai, hingga penyelesaian fasilitas pendidikan. Target terdekatnya adalah memindahkan 26 kepala keluarga yang masih tinggal di tenda pengungsian di Aceh Tamiang ke hunian yang lebih layak.
“Setelah Lebaran akan kita eksekusi,” sambungnya dengan nada tegas.
Tak cuma itu. Satgas PRR juga akan faskan pada pemulihan lahan produktif warga. Rehabilitasi tambak dan sawah yang rusak di sejumlah wilayah menjadi agenda berikutnya. “Kita juga akan bekerja keras untuk proses huntap, baik yang insitu oleh BNPB maupun yang komunal,” jelas Tito.
Dalam kunjungan yang penuh makna ini, Prabowo dan Tito tak sendirian. Mereka didampingi sejumlah pejabat tinggi, mulai dari Kepala BNPB Letjen Suharyanto, Kepala Staf TNI AD Jenderal Maruli Simanjuntak, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, hingga Gubernur Aceh Muzakir Manaf. Sebuah gambaran bahwa penanganan bencana memang butuh kolaborasi semua lini.
Artikel Terkait
KSP Dudung Kecam Pernyataan Habib Rizieq: Ulama Harusnya Menyejukkan, Bukan Memprovokasi
Penyakit Kulit Mewabah di Kamp Pengungsian Gaza, PBB Peringatkan Krisis Kesehatan Baru
Penyakit Kulit Ancam Warga Gaza, PBB Peringatkan Krisis Kesehatan Baru di Kamp Pengungsian
Polisi Periksa 36 Saksi untuk Ungkap Tabrakan Maut Commuter Line dan KA Argo Bromo di Bekasi