Tak lama setelah digulingkan, Peter III ditemukan tewas. Sampai sekarang, kematiannya masih diselimuti misteri. Banyak yang bertanya-tanya, apa Catherine punya andil di dalamnya? Itu pertanyaan yang belum terjawab jelas.
Memegang kekuasaan, Catherine dikenal memiliki banyak kekasih. Beberapa di antaranya bahkan diangkat ke posisi penting. Yang paling tersohor adalah Grigori Potemkin, seorang negarawan yang sangat berpengaruh.
Di sisi lain, dari segi pemerintahan, Catherine II cukup sukses memperluas wilayah kekaisaran. Di era kepemimpinannya, perbatasan Rusia meluas ke selatan dan barat, mencaplok wilayah seperti Krimea, Belarus, dan Lituania.
Tapi jangan salah, masa pemerintahannya tidak selalu mulus. Dia pernah dihadapkan pada ujian berat: Pemberontakan Pugachev di tahun 1774-1775. Pemberontakan rakyat itu sempat mendapat dukungan luas di wilayah barat, sebelum akhirnya berhasil ditumpas oleh tentara kerajaan.
Catherine II menghembuskan napas terakhirnya di St. Petersburg pada 17 November 1796. Takhta kemudian beralih ke putranya, Paul, mengakhiri satu babak panjang pemerintahan seorang permaisuri yang merebut mahkota.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Gelar Open House di Istana, Menteri Dilarang Wajibkan Halalbihalal
Kapolri Tegaskan Komitmen Polri Jaga Keamanan dan Arus Mudik Lebaran
Idul Fitri, Jakarta Berubah: Jalanan Lengang, Transportasi Umum Ramai
Salat Idul Fitri di Maninjau Dipusatkan di Masjid Pascabencana